Desersi adalah dosa terbesar militer. Meninggalkan pasukan saat perang. Melarikan diri saat pertempuran memanas. Dalam konteks sipil, Prabowo menyamakan tindakan Mirwan dengan pengkhianatan terhadap rakyat.
Pemimpin daerah adalah panglima di wilayahnya. Ketika bencana datang, dia harus di garis depan. Bukan di pesawat menuju Mekkah. Logika sederhana yang jelas dipahami semua orang.
Pernyataan ini disambut tepuk tangan. Para bupati lain paham pesan tersirat. Jangan coba-coba tinggalkan rakyat saat krisis. Atau bersiaplah diganti.
Viral Foto Umrah yang Memicu Kontroversi
Kasus ini bermula dari sebuah foto. Foto yang diunggah akun travel umrah. Di sana terlihat Mirwan MS bersama keluarga. Mereka berpose di depan bandara. Senyum lebar. Tas koper tersusun rapi.
Foto itu langsung viral. Netizen media sosial bereaksi cepat. Komentar pedas berdatangan. "Rakyat menderita, bupati liburan," tulis salah satu akun. "Prioritas terbalik," sahut yang lain.
Yang lebih parah, keberangkatan ini tanpa izin resmi. Kemendagri kemudian mengkonfirmasi hal itu. Mirwan berangkat tanpa notifikasi. Tanpa mendelegasikan tugas dengan proper. Ini pelanggaran protokol yang serius.
Dalam situasi normal, umrah mungkin bisa dimaklumi. Tapi saat daerah sedang darurat bencana? Itu namanya keputusan politis yang bunuh diri.
Apa Langkah Mendagri Selanjutnya?
Tito Karnavian kini punya pekerjaan rumah besar. Perintah presiden harus dilaksanakan. Proses pencopotan harus sesuai koridor hukum. Tak bisa asal gebrak meja.
Ada mekanisme yang harus diikuti. Surat peringatan pertama. Kemudian panggilan klarifikasi. Jika terbukti bersalah, rekomendasi pemberhentian diajukan. DPRD Aceh Selatan juga harus dilibatkan.
Namun dengan backup langsung dari presiden, proses ini bisa dipercepat. Tekanan politik akan sangat besar. Mirwan MS kemungkinan sulit mempertahankan posisinya. Apalagi opini publik sudah terlanjur buruk.
Beberapa analis memprediksi Mirwan akan mengundurkan diri. Cara terhormat untuk keluar. Daripada dicopot secara paksa. Namun sampai berita ini ditulis, Mirwan belum memberikan pernyataan resmi.
Pesan Keras untuk Seluruh Kepala Daerah
Insiden ini jadi warning shot. Peringatan keras untuk semua pemimpin daerah. Era Prabowo punya standar baru. Tanggung jawab harus diutamakan. Rakyat di atas segalanya.