berita

Didukung Masif Publik, Ferry Irwandi Malah Apresiasi Anggota Dewan yang Sindir Aksi Donasi Rp10 Miliar

Selasa, 9 Desember 2025 | 23:41 WIB
Ferry Irwandi respons santai sindiran Endipat Wijaya soal donasi Rp10 M. Anggota DPR sudah minta maaf pribadi. Begini kronologinya.

Sulawesitoday - Dukungan masyarakat ternyata ampuh. Ferry Irwandi memilih sikap legawa. Influencer itu merespons pernyataan kontroversial Endipat Wijaya, Anggota Komisi I DPR RI.

Bukannya emosi, Ferry justru bersyukur. Alasannya sederhana. Dukungan publik mengalir deras. Jauh lebih besar dari sekadar cacian satu dua orang.

"Soal perkataan pak dewan, saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal," ungkap CEO Malaka Project itu melalui akun Instagram @irwandiferry, Selasa, 9 Desember 2025. Kalimatnya tegas namun santun. Tak ada nada dendam sedikitpun.

Kehebohan ini bermula pekan lalu. Endipat Wijaya melontarkan sindiran pedas. Sasarannya: pihak yang datang ke lokasi bencana Sumatera dengan membawa donasi Rp10 miliar. Dalam Rapat Kerja Komisi I bersama Menteri Komdigi Meutya Hafid di Senayan, Senin, 8 Desember 2025, pejabat publik itu membandingkan bantuan negara dengan aksi warga.

"Orang yang cuman datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal," kata Endipat saat itu. Nada bicaranya terdengar jengkel. Seolah ada yang salah dengan gerakan kemanusian dari masyarakat sipil.

Pernyataan itu sontak viral. Publik langsung menghubungkan kalimat Endipat dengan Ferry Irwandi. Pasalnya, influencer yang dikenal vokal soal isu sosial itu memang baru saja menggalang donasi masif. Hasilnya mencapai Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera. Angka yang fantastis untuk gerakan swadaya masyarakat.

Kenapa Ferry Justru Tidak Marah?

Pertanyaan ini mungkin hinggap di benak banyak orang. Biasanya, sinisme dari pejabat publik memicu kemarahan. Apalagi ditujukan kepada orang yang sedang bekerja keras membantu sesama.

Ferry punya jawaban sederhana. "Berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti," tuturnya dalam unggahan yang sama. Dukungan itu nyata. Bukan sekadar angka di layar ponsel.

Ratusan ribu netizen membanjiri kolom komentar Ferry. Mereka menyuarakan apresiasi. Bahkan tak sedikit yang mengkritik keras pernyataan Endipat. Momentum itu membuat Ferry merasa dikuatkan, bukan dilemahkan.

"Tidak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini," imbuhnya dengan nada reflektif. Kalimat itu mengalir penuh kesadaran. Ferry paham betul, polemik ini bukan tentang ego pribadi. Melainkan tentang solidaritas kemanusiaan.

Di tengah hiruk pikuk opini publik, Ferry memilih jalan damai. Ia fokus pada esensi: membantu korban bencana. Bukan terseret ke dalam perdebatan politis yang menguras energi.

Endipat Wijaya Sudah Minta Maaf Secara Pribadi?

Ya, benar. Endipat menghubungi Ferry. Komunikasi terjadi secara personal. Bukan melalui media atau pernyataan resmi.

"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," jelas Ferry. Nada bicaranya datar namun penuh hikmah. Ia memilih memaafkan, bukan memperpanjang masalah.

Langkah Endipat ini patut diapresiasi. Tidak banyak pejabat publik yang mau mengakui kesalahan. Apalagi meminta maaf secara langsung kepada pihak yang disindir. Tindakan itu menunjukan sikap dewasa dalam berdemokrasi.

Halaman:

Tags

Terkini