berita

Ditinggal Suami Hilang 20 Hari, Ibu di Aceh Utara Berjuang Sendirian di Tengah Reruntuhan

Selasa, 16 Desember 2025 | 19:54 WIB
Kisah pilu ibu di Aceh Utara yang berjuang sendirian di pengungsian setelah suami hilang 20 hari dan rumah hancur diterjang banjir.

Kecamatan Langkahan bukanlah satu-satunya wilayah yang luluh lantak. Puluhan desa lain juga tenggelam. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal. Ratusan orang masih dalam pencarian.

Mengapa Kisah Ini Penting untuk Didengar?

Cerita sang ibu dari Buket Dara Baro adalah cermin dari tragedi kemanusiaan yang lebih besar. Ia bukan satu-satunya perempuan yang berjuang sendirian. Di balik angka statistik korban banjir, ada wajah-wajah nyata yang menanggung beban psikologis luar biasa.

Ketika bencana datang, perempuan dan anak-anak selalu menjadi kelompok paling rentan. Mereka kehilangan pelindung. Mereka kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar. Mereka dipaksa bertahan dalam kondisi yang bahkan tidak manusiawi.

Negara seharusnya hadir di saat seperti ini. Bukan hanya dengan bantuan material. Tetapi dengan sistem tanggap darurat yang terorganisir. Dengan tim pencarian yang tidak berhenti sebelum setiap orang ditemukan—hidup atau mati. Dengan trauma healing untuk anak-anak yang kehilangan masa kecil mereka dalam sekejap.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kepedulian publik terhadap video tersebut memang menghangatkan hati. Tapi kepedulian saja tidak cukup. Dibutuhkan aksi nyata dan berkelanjutan. Pengungsian bukan solusi jangka panjang. Rumah-rumah harus dibangun kembali. Anak-anak harus kembali ke sekolah. Pencaharian harus dipulihkan.

Yang terpenting, pencarian terhadap orang-orang hilang seperti suami sang ibu harus terus dilakukan. Keluarga berhak mendapat kepastian. Bahkan jika hasilnya adalah kabar duka, setidaknya mereka bisa melanjutkan proses berkabung dengan layak.

Banjir Aceh Utara 2025 mencatat nama dalam deretan bencana yang meninggalkan luka mendalam. Puluhan nyawa melayang. Ribuan rumah hancur. Tapi yang paling menyakitkan adalah ketika keluarga harus hidup dalam ketidakpastian berkepanjangan.

Baca Juga: Kebun Musnah Dihantam Banjir, Ayah di Aceh Tamiang Menangis: Bayar Sekolah Anak Tak Sanggup Lagi

Halaman:

Tags

Terkini