"Saya sudah lama jadi orang Indonesia," kata Prabowo dengan nada sarkastik. "Apalagi saya senior mantan tentara. Saya tahu semua ini."
Pernyataan itu mengandung makna dalam. Prabowo ingin sampaikan pesan: jangan coba-coba bermain api dengannya. Dia punya data, punya bukti, dan yang terpenting punya kewenangan untuk menindak.
Kenapa Kerugian Negara Bisa Sampai Rp 300 Triliun?
Angka Rp 300 triliun bukan asal sebut. Perhitungannya cukup rumit tapi logis. Setiap tambang ilegal rata-rata merugikan negara miliaran rupiah per tahun. Ini belum termasuk kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan.
Tambang gelap tidak bayar royalti. Tidak ada pajak masuk kas negara. Hasil tambangnya dijual ke pasar gelap dengan harga murah. Pembeli biasanya dari luar negeri yang tidak peduli asal-usul barang. Yang penting harga miring dan pasokan lancar.
Dari 1.063 lokasi tambang ilegal yang teridentifikasi, mayoritas mengeruk emas, batu bara, dan nikel. Tiga komoditas ini punya nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Sayangnya hasil tambangnya tidak berkontribusi sama sekali untuk pembangunan nasional.
Kerusakan lingkungan juga luar biasa. Hutan digunduli, sungai tercemar merkuri, lahan pertanian rusak. Masyarakat lokal yang seharusnya sejahtera malah menderita. Air bersih sulit didapat, penyakit kulit merebak, ikan-ikan mati.
Apakah Langkah Prabowo Akan Efektif?
Pertanyaan ini yang muncul di benak banyak orang. Sudah banyak presiden bicara soal pemberantasan tambang ilegal. Tapi hasilnya? Tetap saja tambang gelap bermunculan seperti jamur di musim hujan.
Bedanya dengan presiden sebelumnya, Prabowo punya latar belakang militer yang kuat. Dia paham chain of command. Dia tahu bagaimana memberikan instruksi yang tegas dan memastikan instruksi itu dijalankan.
Koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri juga langkah strategis. Kalau dua institusi besar ini bekerja sama serius, tambang ilegal akan kesulitan beroperasi. Apalagi kalau ada political will kuat dari presiden.
Yang menarik adalah tawaran justice collaborator. Ini strategi cerdas untuk memecah jaringan dari dalam. Siapa pun yang lapor dan bekerjasama akan dapat perlindungan hukum. Cara ini terbukti efektif membongkar kasus-kasus besar di masa lalu.
Tantangannya adalah konsistensi. Apakah Prabowo akan konsisten menjalankan ancamannya? Atau seperti kasus lain yang ramai di awal lalu menghilang begitu saja? Rakyat akan menunggu bukti nyata, bukan sekedar janji di mimbar pidato.
Reaksi Publik dan Pengamat
Pernyataan Prabowo di Sidang Tahunan MPR langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang memberikan apresiasi. Mereka menilai Prabowo serius kali ini. Ada yang bilang, "Baru kali ini ada presiden yang berani ancam jenderalnya sendiri."