berita

Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur

Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:09 WIB
Kelangkaan Gas LPG

Akun @ew****** menulis dengan nada khawatir. "Nggak berhenti ini kayu lewat tiap ada air ngalir." Ia melihat tanda buruk. "Bener-bener rusak bagian hulunya." Kerusakan ekosistem hulu sungai memang jadi pemicu utama bencana.

Sementara @jill********* bersikap pragmatis. "Pakai kayu gratis di depan rumah masaknya." Kondisi darurat memaksa adaptasi cepat. "Karena kondisi begini nggak tau sampai kapan."

Jejak Bencana yang Melumpuhkan Distribusi

Banjir bandang yang melanda Aceh Tengah pada pertengahan Desember 2025 memang dahsyat. Ratusan rumah tersapu. Jembatan ambruk. Jalan utama terputus di beberapa titik kritis.

Dampaknya merembet ke sektor energi. Distribusi Bahan Bakar Minyak sempat terhenti total. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum kehabisan stok. Harga BBM melonjak hingga Rp100 ribu per liter. Angka yang fantastis untuk ukuran daerah.

Pasokan hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki. Melalui jalur terjal dan berbahaya. Warga harus berjuang keras untuk mendapat bahan bakar. Gas LPG mengalami nasib serupa.

Takengon dan sekitarnya praktis terisolasi. Selama beberapa hari, wilayah ini seperti terpisah dari dunia luar. Bantuan sulit masuk. Kebutuhan pokok menipis drastis.

Upaya Pemulihan Melalui Jalur Udara

Pemerintah akhirnya turun tangan. Jalur udara dibuka untuk distribusi darurat. Helikopter mengangkut BBM ke wilayah terdampak. Operasi logistik berjalan intensif sejak pertengahan pekan lalu.

Per Jumat, 19 Desember 2025, sejumlah SPBU di Aceh Tengah mulai beroperasi kembali. Termasuk beberapa stasiun di Takengon. Antrean panjang mengular sejak pagi. Warga berebut mendapat jatah BBM.

Namun untuk gas LPG, pemulihan belum sepenuhnya pulih. Pasokan masih terbatas. Distribusi belum merata ke seluruh wilayah. Sebagian warga masih mengandalkan kayu bakar.

Jalur darat yang rusak masih dalam tahap perbaikan. Diperkirakan butuh waktu berminggu-minggu untuk pemulihan total. Hingga saat itu, alternatif kayu hanyut tetap jadi andalan warga.

Baca Juga: Kantor Polsek Muara Batang Gadis Hangus Dibakar Massa, Dipicu Pelepasan Terduga Pengedar Narkoba

Halaman:

Tags

Terkini