Sulawesitoday - Amarah tak terbendung. Api murka melahap kantor Kepolisian Sektor Muara Batang Gadis (MBG), Sabtu (20/12/2025) sore. Ratusan warga Desa Singkuang turun ke jalan. Mereka membawa kekecewaan yang telah lama terpendam. Pemicu utamanya satu: pelepasan terduga pengedar narkoba yang sebelumnya berhasil diamankan warga.
Kejadian ini bukan sekadar ledakan emosi sesaat. Ini adalah klimaks dari keresahan panjang masyarakat yang merasa diabaikan. Ketika aparat yang seharusnya melindungi justru mengecewakan, kepercayaan pun runtuh seperti bara yang membakar gedung berlantai satu itu.
Bagaimana Kronologi Kejadian Bermula?
Cerita dimulai beberapa hari sebelumnya. Seorang pria berinisial AR (32 tahun) tertangkap tangan oleh sekelompok ibu-ibu di Desa Singkuang. Mereka curiga dengan gerak-gerik AR yang kerap mondar-mandir di sekitar pemukiman. Setelah diamati, warga yakin AR terlibat dalam peredaran narkoba yang selama ini meresahkan.
"Kami sudah amati dia berminggu-minggu," ujar Marni (45), salah satu ibu yang terlibat dalam penangkapan. "Tiap malam ada anak-anak muda datang ke rumahnya. Kami tahu itu bukan kunjungan biasa."
AR kemudian diserahkan ke Polsek MBG. Warga berharap proses hukum berjalan sesuai prosedur. Namun harapan itu pupus. Kurang dari 24 jam, kabar pelepasan AR menyebar cepat di kalangan masyarakat. Tidak ada penjelasan resmi. Tidak ada klarifikasi. Yang ada hanya dugaan dan kecurigaan yang semakin menguat.
Mengapa Warga Begitu Marah?
Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Selama setahun terakhir, Desa Singkuang dan sekitarnya mengalami lonjakan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda. Setidaknya lima remaja diketahui telah menjadi pecandu. Dua di antaranya sempat menjalani rehabilitasi di Pekanbaru.
"Anak-anak kami rusak gara-gara narkoba," kata Rusdi (52), tokoh masyarakat setempat. "Begitu kami tangkap pengedarnya, malah dilepas. Ini seperti ditampar."
Rasa kecewa bertransformasi menjadi aksi. Sabtu sore, sekitar pukul 15.30 WIB, puluhan warga mulai berkumpul di depan kantor Polsek MBG. Mereka menuntut kejelasan. Minta pertangungjawaban. Situasi sempat terkendali hingga seseorang memulai pelemparan batu.
Dalam hitungan menit, massa membengkak. Ratusan orang memadati halaman kantor polisi. Emosi memuncak. Api pertama muncul dari bagian depan gedung. Petugas yang ada di dalam berusaha memadamkan, namun massa terus menyuplai bahan bakar. Dalam waktu kurang dari satu jam, gedung kantor Polsek MBG ludes terbakar.
Apakah Ada Korban Jiwa?
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Lima personel Polsek MBG yang sedang bertugas berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Beberapa dokumen dan barang bukti dilaporkan ikut hangus, termasuk dua unit sepeda motor dan satu mobil patroli yang terparkir di halaman.
"Kami sempat berusaha mengevakuasi barang-barang penting," ungkap salah satu anggota polisi yang enggan disebut namanya. "Tapi massa sudah tidak terkendali. Kami priortaskan keselamatan."
Artikel Terkait
Dua Telur untuk 23 Jiwa, Kisah Miris Warga Aceh Tamiang Bertahan Hidup Saat Terisolir Banjir
Viral Curhat Dua Bocah Pengungsi Banjir Aceh Tamiang: Pengin Makan Rendang dan Bakso
Ancaman Meluas ke Pejabat Tinggi, Kejagung Siap Usut Pimpinan dalam Kasus Pemerasan Jaksa Rp914 Juta
Viral Video Kepala BGN Main Golf, Ternyata Galang Dana Korban Bencana Sumatera
Seribu Relawan BUMN Dikerahkan, Danantara Buktikan Tanggung Jawab Kebangsaan di Tengah Bencana Sumatera