berita

Ancaman KLB Mengintai Pascabanjir Sumatera, Eks Pimpinan IDI: Pelayanan Kesehatan di Pengungsian Jadi Kunci

Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:31 WIB
Eks Ketum PB IDI peringatkan ancaman KLB pascabanjir Sumatera. Posko kesehatan harus segera aktif cegah campak dan ISPA menyebar.

Atau, seorang ibu diare ringan. Tidak ada obat. Dehidrasi. Kondisi memburuk. Bahkan bisa berujung kematian.

"Kadang kondisinya sulit, tapi kita harus cari cara untuk menghidupkan posko-posko itu dan ada pelayanan kesehatan," tegasnya dengan nada mendesak.

Kesulitan memang ada. Akses jalan rusak. Logistik terhambat. Namun, ini bukan alasan untuk menunda.

Pertempuran Kedua Setelah Air Surut

Banjir adalah bencana pertama. Penyakit pascabanjir adalah pertempuran kedua. Dan pertempuran ini sama berbahayanya.

Dokter Daeng mengajak semua pihak bergerak cepat. Pemerintah, relawan, tenaga kesehatan—semua harus bersinergi. Tidak ada waktu untuk birokrasi yang berbelit.

"Kondisi pengungsi sudah sangat rentan. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri melawan penyakit," pungkasnya.

Pesan ini bukan sekadar himbauan. Ini adalah alarm. Sebuah peringatan bahwa bahaya belum usai meski air telah surut.

Yang tersisa sekarang adalah pilihan: bertindak cepat atau menunggu musibah berlapis datang menghampiri.

Posko kesehatan bukan sekadar fasilitas. Ia adalah benteng terakhir antara harapan dan keputusasaan bagi ribuan pengungsi yang kini masih bertahan di tengah ketidakpastian.

Baca Juga: Momen Memilukan: Anak-Anak Desa Babo Aceh Hidup Tanpa Listrik Sebulan, Masih Butuh Baju dan Selimut Pascabanjir 15 Meter

Halaman:

Tags

Terkini