Ini langkah sportif. Kesalahan operasional ditanggung oleh kantong operasional sendiri. Bukan membebani anggaran negara yang sudah dialokasikan untuk gizi anak bangsa.
Pelajaran dari Ngrayun
Kejadian ini menjadi pengingat keras. Mengelola makanan untuk ribuan mulut itu bukan perkara gampang. Terutama untuk menu yang masuk kategori "risiko tinggi" seperti ikan dan daging.
Ke depannya, SPPG berjanji akan lebih cerewet soal pemilihan menu. Terutama yang rentan basi atau terkontaminasi.
"Untuk ke depannya, kami akan berhati-hati lagi terutama untuk jenis makanan yang berisiko tinggi," pungkasnya.
Ngrayun telah memberi pelajaran: bahwa dalam urusan perut rakyat, ketelitian harus lebih kuat dari sekadar stempel SOP di atas kertas.
Heboh Roti MBG Berbelatung di Jepara, Orang Tua Siswa PAUD Panik: Mana Pengawasannya?