Ketersediaan: Agar stok nasional tetap stabil.
Keadilan: Yang mampu jangan memakan hak yang kurang mampu.
Dulu, Bahlil mengurus setoran angkot. Sekarang, ia mengurus setoran energi negara. Gayanya tetap sama: lugas, apa adanya, dan sangat "lapangan". Tinggal sekarang, mampukah masyarakat mengikuti irama "sopir angkot" yang satu ini untuk lebih hemat di jalan?
Sebab, jika tangki sudah "luber-luber", yang rugi bukan cuma dompet, tapi juga cadangan energi anak cucu nanti.
Lupakan Antre BBM! Peneliti Pohang Temukan Rahasia Baterai EV Jarak Jauh Skala Mikro