berita

Resmikan Jembatan Garuda, Pangdam XXIII dan Bupati Parigi Moutong Putus Isolasi Desa Nambaru

Kamis, 2 April 2026 | 18:59 WIB
Bupati Erwin Burase dan Pangdam XXIII/Palakawira resmikan Jembatan Garuda di Desa Nambaru. Sinergi nyata Pemkab-TNI demi percepatan ekonomi pelosok desa.

Sulawesitoday - Desa Nambaru, di pelosok Parigi Selatan itu, akhirnya bisa bernapas lega. Penantian panjang warga akan akses jalan yang layak tidak lagi sekadar jadi bahan rasan-rasan di warung kopi. Kamis (02/04/2026), sebuah sejarah kecil dimulai di sana.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, tampak semringah. Di sampingnya, berdiri sosok tegap Pangdam XXIII/Palakawira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Keduanya memegang sekop. Menaruh batu pertama. Menandai dimulainya pembangunan yang dinamai cukup gagah: Jembatan Garuda.

Ini bukan proyek biasa. Ini adalah "keroyokan" cerdas antara Pemerintah Kabupaten dan TNI Angkatan Darat. Di saat anggaran daerah harus dikelola dengan ikat pinggang yang ketat, sinergi adalah kunci. Bupati Erwin paham betul posisi itu.

"Infrastruktur adalah kunci pertumbuhan ekonomi," ujar Erwin Burase saat memberikan sambutan. Kalimatnya pendek, tapi padat.

Bagi Erwin, jembatan ini bukan sekadar beton dan baja yang melintang di atas sungai. Ini adalah urat nadi. Dengan jembatan ini, anak-anak sekolah tak perlu lagi bertaruh nyawa. Hasil kebun warga tak lagi layu di jalan karena ongkos angkut yang mahal.

Instruksi Presiden dan Gerak Cepat TNI

Proyek ini pun tidak turun dari langit. Ada tangan dingin Presiden di baliknya. Lewat TNI AD, negara ingin hadir langsung di titik-titik tersulit. Menyentuh mereka yang selama ini hanya bisa melihat pembangunan dari kejauhan.

Mayjen TNI Jonathan Sianipar bicara blak-blakan soal tantangan geografis Indonesia. Menurutnya, mengelola negeri ini hampir sama sulitnya dengan mengelola satu benua Eropa. Luasnya bukan main.

"Jika ada kebutuhan mendesak seperti akses sekolah atau jalur ekonomi yang terputus, segera usulkan melalui Dandim," tegas Pangdam.

Beliau bahkan menjanjikan fleksibilitas. Jika memang darurat, jadwal pembangunan bisa digeser. Prioritas diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan. Sebuah birokrasi yang cair, khas gaya militer yang ingin cepat tuntas.

Filosofi Abdi Masyarakat

Yang menarik adalah apresiasi Pangdam kepada etos kerja para pejabat di Parigi Moutong. Di mata Jenderal bintang dua itu, jabatan hanyalah atribut. Esensinya tetap satu: melayani.

"Apapun status kita—PNS, TNI, Polri, atau Kepala Desa—kita semua adalah abdi masyarakat," imbuh Mayjen Jonathan.

Acara groundbreaking itu pun berlangsung khidmat. Di lokasi, terlihat Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu, dan Dandim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf. Yudi Hendroprasetyo. Mereka berbaur dengan tokoh agama dan masyarakat setempat yang tak henti-hentinya melempar senyum.

Halaman:

Tags

Terkini