berita

Uang Korupsi Mengalir ke Wanita Simpanan, KPK: TPPU Selalu Muncul Setelahnya

Jumat, 17 April 2026 | 15:55 WIB
KPK ungkap uang korupsi kerap mengalir ke wanita simpanan sebagai modus TPPU. Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo beberkan pola di PN Purwokerto.

Sulawesitoday - Uang korupsi itu tidak pergi ke bank. Tidak disimpan di brankas. Ia mengalir—diam-diam, rapi, dan penuh akal—ke tangan orang-orang yang tidak punya hubungan resmi dengan pelakunya. Salah satunya: wanita simpanan.

Itulah gambaran yang disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, dalam forum sosialisasi antikorupsi di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (16/4/2026).

Bukan sekadar ceramah. Ibnu sedang membongkar pola.

Dalam banyak kasus yang ditangani KPK, uang hasil korupsi jarang sekali langsung digunakan secara terang-terangan. Pelaku paham betul bahwa jejak uang adalah jejak hukum. Maka lahirlah strategi penyamaran—mengalirkan dana ke berbagai bentuk pengeluaran agar asal-usulnya sulit dilacak.

"Kalau ada korupsi muncul, maka akan muncul TPPU. Biasanya seperti itu," kata Ibnu, tegas.

TPPU—Tindak Pidana Pencucian Uang—bukan kejahatan baru. Tapi kerap luput dari perhatian publik karena bersembunyi di balik pengeluaran yang tampak biasa. Hadiah, transfer, atau sekadar ongkos hidup yang ditanggung.

Dan salah satu "aliran" yang kerap ditemukan penyidik: wanita simpanan.

Bukan fitnah. Itu temuan. KPK menemukan pola bahwa sebagian uang korupsi mengalir ke orang-orang di luar hubungan resmi pelaku—termasuk mereka yang menjalin hubungan terlarang dengan terdakwa.

Mengapa ini penting?

Karena TPPU bukan sekedar masalah administrasi keuangan. Ia adalah cara pelaku korupsi memperpanjang umur kejahatannya. Uang yang sudah "bersih" bisa dipakai lagi, diputar lagi, bahkan digunakan untuk membiayai kehidupan mewah yang terlihat wajar di permukaan.

Sosialisasi di PN Purwokerto itu memang menyasar lingkungan peradilan—aparatur yang seharusnya jadi benteng terakhir penegakan hukum. Tapi pesan Ibnu lebih luas dari itu.

Integritas bukan hanya soal tidak menerima suap. Ia juga soal tidak menjadi tempat mengalirnya uang haram—dalam bentuk apapun.

Termasuk dalam bentuk kasih sayang yang dibeli.

Makan Gratis Bikin 155 Murid Anambas Keracunan, Satu Ranjang Diisi Dua Siswa

Tags

Terkini