Sulawesitoday - Musyawarah warga Desa Posona Atas Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong sepakat menjatuhkan sanksi sosial diarak keliling kampung bagi komplotan terduga pencuri durian montong.
"Hasil dari musyawarah seluruh masyarakat mengenai pencuri, sanksi sosial diarak keliling desa, selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian," tulis akun Facebook resmi Pemerintah Desa Posona Atas pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Rekaman video memperlihatkan sejumlah pria berjalan beriringan di sepanjang jalan utama desa sambil memeluk buah durian montong berukuran besar.
Baca Juga: Ubah Aturan Main, Kemendagri Siapkan Rp 1 Triliun bagi Daerah Berhasil Tekan Pengangguran
Warga setempat berdiri di tepi jalan menyaksikan serta merekam momen hukuman arak-arakan yang menjadi tontonan ramai sore itu.
Aparat desa langsung menggiring para pria ini menuju Markas Kepolisian Sektor Kasimbar begitu ritual sanksi adat selesai dilakukan.
Unggahan media sosial pemerintah desa memicu perdebatan sengit di kalangan warganet hingga menuai ratusan komentar dalam waktu singkat.
Salah satu kerabat terduga pelaku menulis komentar pembelaan hukum yang menyatakan anaknya hanya dijebak melalui telepon oleh seorang teman.
"Sampaikan saja keterangan itu kepada pihak kepolisian karena semua pelaku sudah kami serahkan ke Polsek," tulis akun Pemerintah Desa Posona Atas menjawab pembelaan warga.
Baca Juga: Bocah Bakar Rambut Pengunjung Toko Pakai Korek Api Terekam CCTV Media Sosial Heboh
Netizen lain menilai penegakan aturan adat sangat penting demi menjaga keamanan lingkungan dari aksi kriminalitas yang meresahkan.
Petani durian lokal butuh perlindungan nyata karena merawat pohon durian montong sampai berbuah lebat memerlukan biaya besar dan tenaga ekstra.
Kepolisian Sektor Kasimbar masih memeriksa saksi serta para pelaku guna menetapkan status hukum resmi terkait kasus dugaan pencurian ini.