Jumat 9 Agustus 2024 - Tragedi menimpa pekerja migran ilegal asal Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat perahu yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Malaysia.
Satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya hilang. Enam penumpang lainnya berhasil menyelamatkan setelah terombang-ambing di laut selama empat hari.
Pekerja migran tersebut berangkat dari perairan Malaysia Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada Jumat malam, 26 Juli 2024.
Perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk saat perahu yang ditumpangi dihantam gelombang tinggi di tengah malam.
Penumpang yang tertidur karena perahu hampir tenggelam akibat kemasukan air. Sebelum tenggelam sepenuhnya, mereka terjun ke laut dan bertahan hidup dengan bantuan je
Selama empat hari, para pekerja ini terombang-ambing di laut tanpa makanan dan minuman.
Kondisi mereka sangat memprihatinkan ketika akhirnya ditemukan oleh kapal tanker TTC Vishaka yang berlayar dari Malaysia ke Bangladesh pada 29 Juli 2024.
Kapten kapal segera melaporkan kejadian ini kepada kantor SAR Medan untuk evaku
Dari sembilan penumpang, enam berhasil diselamatkan, sementara Anastasia Seo (24) asal Desa Niti, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, ditemukan tewas.
Jenazah Anastasia tiba di Bandara El Tari Kupang pada Jumat pagi, 9 Agustus 2024, dengan pesawat Citylink. Sementara itu, dua penumpang lainnya masih
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, menjelaskan bahwa kejadian ini menambah panjang daftar PMI ilegal yang meninggal dunia di Malaysia, dengan total 73 orang.
Dua di antaranya dimakamkan di Malaysia, sementara 71 pemakaman lainnya dipulangkan ke Indonesia.
Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Imigrasi Belawan langsung menangani korban yang selamat untuk perawatan medis di Rumah Sakit PHC Belawan, sedangkan jenazah Anastasia dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk identifikasi