berita

Data ASN BKN Bocor: Peretas Tawarkan ke Dark Web Seharga Rp160 Juta

Minggu, 11 Agustus 2024 | 10:26 WIB
Data ASN BKN bocor dan ditawarkan di dark web seharga Rp160 juta. Cissrec meminta pemerintah memperkuat perlindungan data./Tangkap layar facebook. (Aswadin)

Kebocoran data melibatkan lebih dari 4,7 juta baris informasi sensitif pegawai pemerintah

Sulawesitoday, Minggu 11 Agustus 2024 - Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, terungkap bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengalami kebocoran data besar-besaran.

Data yang diduga diperoleh melalui peretasan ini mencakup informasi pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan saat ini ditawarkan di forum hacker Breachforums dengan harga USD 10 ribu atau sekitar Rp160 juta.

Lembaga Riset Keamanan Siber, Cissrec, mengungkapkan bahwa data yang bocor terdiri dari 4.759.218 baris informasi, termasuk nama, tempat lahir, tanggal lahir, gelar, serta berbagai data sensitif lainnya.

Peretas dengan nama samaran "TopiAx" mengklaim bahwa data tersebut juga mencakup informasi yang sudah diproses menggunakan metode kriptografi.

Cissrec telah memverifikasi sebagian data melalui WhatsApp dan menemukan bahwa sebagian besar data valid, meski ada beberapa kesalahan pada digit terakhir NIP dan NIK.

Saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari BKN, BSSN, atau Kominfo mengenai kebocoran ini.

BKN sebelumnya telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan BSSN pada 3 Oktober 2022 untuk memperkuat perlindungan data ASN.

Namun, MoU tersebut telah berakhir pada Oktober 2023, dan belum diketahui apakah BKN memperpanjang perjanjian tersebut.

Dr. Pratama Persadha dari Cissrec mendorong pemerintah untuk membentuk Badan Pelindungan Data Pribadi dan menerapkan aturan tegas bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) yang gagal menjaga keamanan data.

Menurutnya, semua Kementerian dan Lembaga Pemerintah harus secara rutin melakukan penilaian terhadap sistem IT mereka untuk menutup celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh peretas.

Tags

Terkini