Baca Juga: Kapolda Sulteng Jenguk Korban Luka dalam Aksi Demo Kawal Putusan MK yang Berujung Ricuh di Palu
Kapolda Sulteng Prihatin atas Kericuhan
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Saat menjenguk para korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Kapolda menegaskan bahwa kericuhan seharusnya tidak terjadi jika semua pihak dapat menahan diri.
"Kami prihatin dengan adanya kericuhan ini, apabila semua pihak dapat menahan diri, kericuhan pasti tidak akan terjadi," ucap Kapolda Sulteng.
Ia juga memastikan bahwa semua korban akan mendapatkan perawatan terbaik dan tidak akan ada biaya yang dibebankan kepada keluarga korban.
Ajakan untuk Menjaga Demokrasi dan Kebebasan Pers
Organisasi jurnalis juga mengingatkan pemerintah untuk menjamin perlindungan terhadap media dan jurnalis dalam menjalankan tugas mereka melaporkan informasi kepada publik. Mereka menegaskan bahwa demokrasi Indonesia terancam jika aparat tidak menghormati hak untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan pers.
"Di tengah situasi politik yang kisruh, penting bagi pemerintah untuk melindungi kebebasan pers dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat," ujar Hendra, Ketua IJTI Sulteng.
Penanganan Korban Luka-Luka
Di Rumah Sakit Bhayangkara, beberapa korban luka-luka mendapat perawatan intensif. Ayub, seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Untad, yang sempat kritis, kini kondisinya stabil setelah mendapatkan penanganan di ICU.
Pihak rumah sakit memastikan bahwa semua korban ditangani dengan baik oleh tim medis dan berharap mereka segera pulih.