berita

Massa Ojol Ricuh Vs Polisi saat Demo Gojek di Kawasan Monas, Tuntut Evaluasi Tarif dan Kebijakan Tidak Adil Bagi Pengemudi

Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:49 WIB
Pengemudi ojek online ricuh saat unjuk rasa di Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2024), menuntut evaluasi tarif dan kebijakan aplikator. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) yang diorganisir oleh Koalisi Ojol Nasional (KON) di Jakarta Pusat pada Kamis (29/8/2024) berujung kericuhan.

Seorang pria yang diduga sebagai provokator ditangkap polisi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya sekitar pukul 15.40 WIB.

Penangkapan tersebut memicu kemarahan massa yang berkumpul di lokasi aksi dan berusaha mengejar pria tersebut.

Massa demo Gojek mengejar dengan niat untuk menghakimi, namun tindakan cepat polisi berhasil mengamankan pria itu ke pos pengamanan Silang Merdeka Daya Barat.

Untuk mengantisipasi situasi yang lebih buruk, polisi memperkuat penjagaan di sekitar pos Merdeka Daya Barat dengan menempatkan sejumlah personel.

Setelah situasi mulai mereda, massa ojol kembali berkumpul di titik aksi di Jalan Medan Merdeka Barat dan Bundaran Bank Indonesia atau Air Mancur Thamrin.

Baca Juga: Tuntutan Pengemudi Ojol dari Demo Gojek Hari Ini Juga Mendesak Penurunan Biaya Potongan Aplikasi dan Legalitas Pekerjaan

Kendaraan dari Jalan MH Thamrin dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Selatan sementara kendaraan dari arah sebaliknya diarahkan ke Jalan MH Thamrin.

Aksi unjuk rasa ini mengajukan beberapa tuntutan, termasuk revisi dan penambahan pasal dalam Permenkominfo Nomor 1 Tahun 2012 terkait tarif layanan.

Koalisi Ojol Nasional meminta Kominfo untuk mengevaluasi semua kegiatan bisnis aplikator yang dianggap tidak adil terhadap mitra pengemudi ojol.

Mereka juga menuntut penghapusan program layanan tarif hemat yang dianggap tidak manusiawi dan tidak adil bagi mitra driver ojol dan kurir online.

Selain itu, KON mengusulkan penyeragaman tarif layanan pengantaran di semua aplikator dan menolak promosi yang membebani pendapatan mitra driver.

Massa juga meminta pemerintah untuk segera melegalkan ojek online melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) beberapa kementerian terkait.

Baca Juga: Reaksi Demo Gojek Hari Ini, Para Pengemudi Ojol Desak Pemerintah Mengatur Tarif Layanan Antar Barang dan Makanan

Halaman:

Tags

Terkini