berita

Siswa SLB Luwuk Alami Trauma Pascakebakaran, Trauma Healing Diterapkan untuk Pulihkan Semangat Anak-Anak

Kamis, 10 Oktober 2024 | 18:10 WIB
Pemulihan trauma anak-anak SLB Luwuk dilakukan melalui kegiatan menyenangkan pascakebakaran yang melanda sekolah mereka. #TraumaHealing #SLBLuwuk #PemulihanAnak (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Kebakaran yang melanda Sekolah Luar Biasa (SLB) Luwuk tidak hanya menghancurkan fisik bangunan sekolah. Namun, dampak paling besar justru dirasakan oleh para siswa. Anak-anak, yang biasanya ceria, mendadak berubah menjadi lebih pendiam. Ini wajar, terutama mengingat situasi kebakaran dapat sangat traumatis, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Seperti yang dijelaskan oleh Kasat Binmas Polres Banggai, AKP Deky Wahyudi, "Hari ini, Polres Banggai melaksanakan pemulihan trauma terhadap guru maupun siswa SLB pascakebakaran." Tidak hanya bangunan yang harus diperbaiki, tapi juga mental anak-anak yang menjadi korban. Dan untuk itu, pendekatan trauma healing sangat penting.

Baca Juga: Kisah Pilu di Balik Kebakaran Luwuk: Anak Disabilitas Terjebak dalam Api, Tewas dengan 99% Luka Bakar

Pada dasarnya, trauma healing yang diberikan berupa aktivitas yang menyenangkan. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan membaca puisi. Kegiatan ini terlihat sederhana, tetapi untuk anak-anak, ini adalah cara untuk melepaskan beban emosi mereka. Seorang guru bahkan menyebutkan bahwa banyak siswa menjadi irit bicara setelah insiden tersebut. Ini jelas tanda dari trauma yang mendalam.

Ketika berbicara tentang trauma pada anak, terutama yang masih sangat muda, pemulihan tidak bisa dipaksa atau dikejar waktu. Polres Banggai melakukan tindakan yang bijak dengan memilih kegiatan yang menyenangkan dan positif bagi mereka. Trauma healing yang mengkombinasikan permainan, musik, dan interaksi sosial ini bertujuan untuk memulihkan kepercayaan diri dan semangat mereka secara perlahan.

Polres Banggai juga menyediakan paket makanan ringan, yang mungkin terlihat sepele, namun untuk anak-anak ini merupakan cara lain untuk mengembalikan rasa nyaman mereka. "Seyogyanya kegiatan ini akan kami laksanakan pada Selasa lalu, namun banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah, jadi baru bisa terlaksana hari ini," jelas AKP Deky. 

Kita sering kali mengabaikan pentingnya pemulihan psikologis pascabencana. Padahal, dampak yang tersisa di hati dan pikiran anak-anak ini sering kali jauh lebih parah daripada luka fisik. Dan tidak ada yang bisa menjamin berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkannya.

Tentu saja, trauma healing ini hanyalah langkah awal. Butuh waktu, kesabaran, dan dukungan yang berkelanjutan dari banyak pihak untuk memastikan anak-anak ini bisa kembali merasakan kebahagiaan di sekolah mereka.

Semua orang berharap, dengan langkah kecil seperti ini, anak-anak SLB Luwuk bisa kembali pulih. Ini adalah kerja kemanusiaan yang perlu terus didukung, karena masa depan anak-anak ini tidak boleh terhalang oleh trauma yang mereka alami sekarang.

Tags

Terkini