Sulawesitoday - Polisi bergerak cepat dalam mengusut insiden ledakan speedboat yang menewaskan calon gubernur (cagub) Maluku Utara, Benny Laos. Peristiwa tragis ini terjadi di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu, Sabtu (12/10), dan mengakibatkan 33 korban, dengan 6 orang meninggal dan 10 lainnya masih dirawat di RSUD Bobong.
Dalam pernyataannya, Polda Malut menegaskan komitmen untuk melakukan penyelidikan transparan guna mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.
Baca Juga: Tragis! Rokok di Atas Speedboat Penyebab Ledakan Maut Kampanye Cagub Malut Beny Laos
Direskrimum Polda Malut Kombes Asri Effendy menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi untuk menjaga keaslian barang bukti. Selain itu, sembilan saksi kunci telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Taliabu dibantu personel dari Ditreskrimum Polda Malut.
“Kami sudah memeriksa saksi di TKP dan total ada sembilan orang yang menjalani pemeriksaan,” ungkap Asri pada Minggu (13/10).
Polisi juga mendatangkan tim forensik dari Polda Sulawesi Utara (Sulut) untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam. Tiga personel dari Puslabfor diturunkan guna meneliti jejak ledakan serta mencari kemungkinan adanya faktor teknis atau sabotase yang menyebabkan musibah ini.
“Kami ingin mengungkap fakta secepat mungkin dengan transparansi penuh,” tegas Asri, menambahkan bahwa keterangan ahli dan alat bukti elektronik sangat krusial untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Polda Malut berusaha memastikan bahwa publik mendapat informasi yang jelas selama penyelidikan berlangsung. Asri menjamin setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini dianggap penting karena insiden tersebut tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tapi juga menimbulkan keresahan di tengah masa kampanye pilkada. “Kami tidak akan menutupi apa pun,” kata Asri.
Evakuasi korban sendiri telah rampung sejak Sabtu malam pukul 20.30 WIT, dengan posisi bangkai kapal telah dipindahkan ke bibir pantai untuk diperiksa lebih lanjut.
Kepala Basarnas Ternate, Fatur Rahman, menjelaskan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dan dipastikan tidak ada lagi penumpang yang tertinggal di dalam kapal.
Kejadian ini mengguncang masyarakat Maluku Utara, terutama karena melibatkan seorang kandidat pemimpin daerah. Penyelidikan yang komprehensif dan cepat diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan menjawab pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Pelabuhan Bobong.