Sulawesitoday - Tragedi kembali menghantam warga Maluku Tengah setelah insiden jembatan ambruk di Pulau Hatta, Kecamatan Kepulauan Banda, yang menelan korban jiwa. Jumlah korban tewas bertambah menjadi delapan setelah seorang pasien yang sempat dirawat di Rumah Sakit Banda, La Uju, meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya.
La Uju diketahui mengalami patah kaki parah akibat ambruknya jembatan tersebut dan mengembuskan napas terakhir pada Kamis pagi sekitar pukul 06.50 WIT.
"Korban meninggal di RS Banda saat menjalani perawatan patah kaki," ungkap Kapolsek Pulau Banda, Kasim Rahayamtel.
Insiden ini terjadi pada Rabu sore, saat calon bupati Maluku Tengah nomor urut 3, Andi Munaswir, bersama rombongannya melintas setelah turun dari speedboat. Ketika rombongan berjalan di atas jembatan tersebut, tiba-tiba jembatan ambruk, menyebabkan beberapa orang terjatuh dan mengalami luka-luka.
Baca Juga: Jaksa Desak Hukuman Mati bagi Ilsham Ladjiji dalam Kasus Sabu 15 Kg di Kota Palu
Dari 11 korban yang terluka, beberapa mengalami cedera serius, termasuk patah kaki dan tangan, dan segera dilarikan ke RS Banda untuk perawatan intensif.
Luka Mendalam dan Trauma di Rumah Sakit
Rumah Sakit Banda kini menjadi saksi kepedihan dan trauma yang dirasakan para korban serta keluarga mereka. Hingga saat ini, terdapat tiga korban yang masih dirawat intensif, dengan dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Ambon dan Masohi, Maluku Tengah.
Baca Juga: Badai Mamasa Hantam 19 Rumah, 50 Persen Rusak Parah Akibat Angin Kencang
“Awalnya yang dirawat itu 11 korban luka-luka berat dan ringan di RS Banda, termasuk La Uju. Namun, sebagian besar sudah keluar dan tersisa tiga orang yang masih dalam perawatan,” ujar Kasim.
Dari tiga pasien yang masih dirawat, dua di antaranya mengalami patah kaki dan patah tangan yang serius, dan telah dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan peralatan yang lebih memadai. Kondisi para korban luka ini menunjukkan betapa seriusnya insiden tersebut dan menambah catatan duka di tengah upaya masyarakat setempat untuk bangkit dari musibah.
Para korban dan keluarganya harus menghadapi masa-masa pemulihan yang sulit, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental.