berita

Angin Puting Beliung Hantam Bima: Gedung Kampus Hancur, Pohon Tumbang di Jalur Strategis

Sabtu, 2 November 2024 | 16:02 WIB
Angin puting beliung menyebabkan kerusakan serius di Bima, merobohkan pohon dan merusak gedung-gedung penting. #Bima #Bencana #PutingBeliung (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Angin puting beliung melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2 November 2024. Hanya dalam beberapa menit, peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan-bangunan dan menumbangkan banyak pohon di sejumlah titik strategis di Bima.

Beberapa lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah mencakup gedung kampus STKIP Taman Siswa Bima, yang hancur dihantam angin kencang siang itu.

Baca Juga: Rp850 Miliar Hasil Lindungi Situs Judi Online, Komdigi di Bawah Sorotan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi di waktu siang hari.

“Tepat di siang hari, angin puting beliung mulai berhembus kencang. Kerusakan di gedung kampus STKIP sangat serius, dan pohon-pohon banyak tumbang di beberapa area kritis,” kata Nurul. Jalur-jalur strategis seperti jalur Panda-Doro Belo serta Desa Tonda di Kecamatan Madapangga terhambat oleh pohon tumbang yang memotong akses jalan dan membuat lalu lintas terganggu.

Baca Juga: Kondisi Terkini Korban Tabrakan di Luwu Timur: Luka Serius, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain itu, angin kencang yang disertai hujan ini juga merusak beberapa rumah di desa-desa sekitar. Berdasarkan data dari BPBD, setidaknya ada tiga desa yang terdampak, yaitu Desa Bre, Desa Tonda, dan Desa Rabakod di Kecamatan Woha. Di Desa Bre, satu rumah mengalami kerusakan, sementara di Desa Tonda dan Desa Rabakod, rumah-rumah serta satu ruko turut rusak akibat kejadian ini.

Meskipun kerusakan infrastruktur cukup merata, Nurul menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini. "Syukurlah, kami belum menerima laporan korban luka atau jiwa akibat angin puting beliung ini,” lanjutnya.

Baca Juga: Video Pemindahan Rumah Viral di Media Sosial: Beda Pilihan Cabup, Rumah Dipindah!

Pihak BPBD Kabupaten Bima segera turun ke lapangan setelah peristiwa terjadi untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Langkah darurat ini dinilai penting mengingat kerusakan di beberapa titik memerlukan waktu untuk perbaikan.

Dalam kondisi seperti ini, dukungan cepat terhadap masyarakat dan perbaikan infrastruktur yang rusak adalah prioritas utama. Berbagai tim, termasuk relawan dan petugas BPBD, bekerja keras mengamankan area sekitar, terutama jalur-jalur strategis yang terganggu karena pohon tumbang.

Baca Juga: Menghilang Misterius di Malam Hari, Wanita di Polewali Mandar Disabilitas Diduga Jatuh dan Hanyut di Sungai Belakang Rumah

Fenomena puting beliung memang bukan peristiwa yang asing di Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan cuaca tropis seperti Bima. Namun, skala kerusakan yang ditimbulkan kali ini cukup besar. Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa memicu fenomena serupa di musim penghujan ini.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Bima dan sekitarnya. Cuaca ekstrem bisa datang sewaktu-waktu, dan kami berharap masyarakat tetap waspada,” ujar Nurul Huda, menyampaikan peringatan bagi warga setempat.

Tags

Terkini