berita

Ancaman Abu Vulkanik: 5 Bandara di NTT Ditutup, Penerbangan Lumpuh

Minggu, 10 November 2024 | 20:32 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT menyebabkan penutupan lima bandara utama. Ribuan penumpang terdampak akibat pembatalan penerbangan. #ErupsiLewotobi #BandaraNTT #PariwisataNTT #KeselamatanPene (Amirulah)

Sulawesitoday - Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa dampak luas, termasuk penutupan lima bandara utama di wilayah tersebut. Penutupan ini menyebabkan pembatalan penerbangan yang tak terhindarkan, mempengaruhi mobilitas ribuan penumpang yang hendak bepergian dari dan ke daerah tersebut. Salah satu bandara yang terdampak adalah Bandara Frans Sales Lega di Kabupaten Manggarai, yang menghentikan operasionalnya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Operasional bandara Frans Sales Lega untuk sementara waktu dihentikan karena terdampak sebaran abu vulkanik gunung Lewotobi laki-laki," ujar Kepala Bandara Frans Sales Lega, Punto Widaksono pada Minggu (10/11/2024). Abu vulkanik dari erupsi ini menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penerbangan, sehingga penutupan menjadi langkah yang tak terhindarkan. Meski begitu, Punto menyatakan bahwa belum ada kepastian kapan operasional bandara dapat kembali normal.

Baca Juga: Tragis! Wanita Muda ini Meninggal Setelah 6 Operasi dalam 8 Jam, Alami Infeksi dan Gagal Jantung

Tidak hanya Bandara Frans Sales Lega yang terkena dampak, tetapi juga Bandara Soa di Kabupaten Ngada, Bandara H Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende, Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, dan Bandara Frans Seda di Maumere. Setiap hari, setidaknya empat penerbangan reguler dibatalkan di Bandara Soa akibat penutupan sementara ini. Kepala Bandara Soa, Yudha AS Ndoen, menyebutkan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari risiko yang bisa ditimbulkan oleh abu vulkanik terhadap penerbangan.

Punto menambahkan, tim dari bandara saat ini terus memantau perkembangan dan melakukan tes kertas (paper test) untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik di area bandara. Data dari BMKG akan menjadi acuan utama bagi pihak bandara untuk menentukan kapan operasional dapat dilanjutkan. "Kami masih menunggu hasil pengamatan dari BMKG dan paper test secara berkala," katanya, menekankan pentingnya keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Polisi Tangguhkan Penahanan Gunawan Sadbor, Tiktokers Promosikan Judi Online di Tiktok

Sementara itu, penutupan bandara-bandara ini membawa dampak signifikan bagi ekonomi lokal, terutama bagi sektor pariwisata di NTT yang bergantung pada mobilitas udara. Dengan Bandara Internasional Komodo yang juga terkena dampak, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo—salah satu destinasi unggulan di NTT—dapat terhambat. Banyak pelaku industri pariwisata mengkhawatirkan potensi kerugian jika situasi ini berlanjut dalam waktu yang lama.

Erupsi Lewotobi ini mengingatkan kita akan pentingnya persiapan menghadapi bencana alam, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan dari pemerintah daerah dan BNPB terkait keselamatan. Meski keadaan ini menyulitkan, masyarakat lokal menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi situasi sulit ini.

Baca Juga: Kisah Sukses Brisia Jodie, Artis Muda dengan Prestasi dan Bisnis Menggiurkan

Saat ini, para penumpang disarankan untuk terus memantau informasi dari maskapai penerbangan terkait pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan. Pihak berwenang juga terus mengupayakan pemulihan, dengan harapan bahwa bandara-bandara di NTT dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Tags

Terkini