berita

Paslon BERAMAL Serukan Pemilu Bersih dan Transparan Hadapi Fitnah di Pilkada Sulteng 2024

Minggu, 24 November 2024 | 14:06 WIB
Pasangan BERAMAL kecam kampanye hitam di Pilkada Sulteng 2024. Serukan pemilu sehat, tolak provokasi (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah (Pilkada Sulteng) 2024 memanas, terutama di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Pasangan BERAMAL, yang diusung oleh Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri, menyuarakan keprihatinan mereka atas merebaknya kampanye hitam yang tidak hanya menyerang mereka, tetapi juga dua pasangan calon lainnya.

"Ini bukan sekadar serangan kepada kandidat, tetapi sebuah ancaman terhadap demokrasi itu sendiri," tegas Hengky Idrus Mapangile, Koordinator Wilayah Pemenangan Pasangan BERAMAL untuk Parimo.

Baca Juga: Heboh Polisi Lampung Didemo Warga Buntut Maling yang Ditangkap Warga Dikabarkan Sudah Bebas Sebelum 24 Jam

Menurut Hengky, beberapa kelompok tampaknya sengaja memanfaatkan isu-isu sensitif untuk memprovokasi pendukung masing-masing pasangan. Taktik semacam ini, katanya, hanya akan merusak tatanan politik yang seharusnya menjadi ajang kompetisi sehat. Ia menambahkan,

“Olehnya itu, saya meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu tidak bertanggung jawab.”

Baca Juga: Momen Lucu di Jayapura, Pemalak Tak Tahu Mobil yang Ditarget Berisi Pasukan Brimob

Pasangan BERAMAL menilai bahwa menjaga etika politik adalah kunci utama keberhasilan Pilkada. Ahmad Ali, calon gubernur dari pasangan ini, secara konsisten mengingatkan para pendukungnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

“Kami tidak akan menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan. Segala tindakan yang merugikan masyarakat atau paslon lain adalah sesuatu yang bertentangan dengan prinsip kami,” ungkap Hengky mengutip pesan Ahmad Ali.

Baca Juga: Viral di TikTok Kisah Nyata Ridwan, Berjuang Melawan Gagal Ginjal Sejak Usia Remaja

Pilkada Sulteng bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana proses itu berjalan. Pasangan BERAMAL mengajak masyarakat untuk cermat memilah informasi dan tidak termakan kabar bohong yang dirancang untuk memecah belah. Mereka juga mendesak aparat hukum segera bertindak tegas terhadap penyebaran kampanye hitam.

Namun, mari kita jujur—memerangi kampanye hitam bukanlah tugas yang mudah. Sering kali, serangan-serangan ini berasal dari kelompok yang beroperasi tanpa wajah, memanfaatkan media sosial sebagai alat utama mereka. Sayangnya, banyak yang memilih untuk percaya tanpa memverifikasi, dan inilah yang membuat polarisasi semakin tajam.

Baca Juga: Gagal Dikremasi, Pria Muda di India Ini Hidup Lagi Setelah Dokter Nyatakan Meninggal

Salah satu langkah kecil namun penting yang bisa diambil adalah mengedukasi masyarakat agar tidak asal membagikan informasi. Hengky menegaskan, “Kami ingin Pilkada berlangsung dengan baik, sportif, dan lancar, sehingga pada akhirnya melahirkan pemimpin yang benar-benar dicintai seluruh masyarakat Sulteng.”

Pilkada adalah milik rakyat, bukan milik segelintir pihak yang bermain curang. Maka, mari kita kawal bersama proses ini dengan menjaga semangat demokrasi tetap hidup. Jika Anda melihat kampanye hitam atau informasi mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib. Jangan biarkan provokasi merusak masa depan daerah kita.

Tags

Terkini