berita

Desa Siwi dan Batupapan Porak-Poranda, Banjir Bandang Sulbar Menelan Korban Materi

Jumat, 24 Januari 2025 | 16:33 WIB
Banjir bandang menghancurkan Nosu, Mamasa. Puluhan sawah rusak, kerbau hanyut, dan rumah tertimpa longsor. BPBD pastikan warga selamat. Mitigasi penting!

Sulawesitoday - Banjir bandang melanda Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Kamis malam (23/1) pukul 21.00 WITA. Luapan Sungai Salusiwi menjadi penyebab utama musibah ini. Akibatnya, puluhan hektare lahan persawahan hancur, dan dua ekor kerbau hanyut terbawa arus deras.

“Puluhan sawah yang sudah ditanami padi hancur lebur. Bahkan ada dua kerbau yang hanyut dan akhirnya ditemukan mati,” ungkap Rizal, seorang warga Nosu, saat dihubungi melalui telepon.

Tidak hanya itu, satu rumah warga di Kecamatan Nosu juga mengalami kerusakan parah akibat material longsor yang terbawa banjir. Menurut Rizal, hampir seluruh desa dan kelurahan di wilayah itu terdampak. Namun, Desa Siwi dan Kelurahan Batupapan menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling signifikan.

“Desa Siwi dan Batupapan benar-benar parah. Hampir seluruh desa terdampak, tapi dua lokasi itu yang paling buruk,” tambah Rizal.

Meski banjir menghancurkan banyak aset dan infrastruktur, Kepala BPBD Mamasa Gusti Hermiawan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal ini dikarenakan warga setempat sudah siaga menghadapi curah hujan tinggi yang melanda wilayah itu selama sepekan terakhir.

Baca Juga: CCTV Ungkap Identitas Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Lansia di Banggai

“Alhamdulillah, belum ada laporan korban jiwa. Warga sudah cukup waspada dengan melakukan mitigasi mandiri sebelum banjir terjadi,” jelas Gusti. Saat ini, BPBD Mamasa sedang menuju lokasi untuk memantau langsung situasi di lapangan serta mendata jumlah kerugian.

Hujan deras yang terus-menerus selama sepekan menjadi faktor utama terjadinya banjir. Intensitas hujan yang tinggi membuat Sungai Salusiwi tak mampu lagi menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem mitigasi bencana yang lebih terorganisir di kawasan rawan seperti Nosu. Selain itu, peran masyarakat juga sangat penting untuk mengurangi risiko di masa depan. “Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi jangka panjang agar kejadian seperti ini tak berulang,” tutup Rizal dengan harapan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini