Sulawesitoday - Para guru seantero negeri terutama di Sulteng kini menanti kabar baik yang bikin semangat. Pemerintah percepat pencairan tunjangan sertifikasi guru dengan sistem baru yang lebih praktis.
Langkah ini hadir di tengah persiapan Ramadhan Idul Fitri yang makin mendekat. Guru pun merasa dihargai dan semakin siap menyongsong hari besar.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam tentang sistem administrasi. Data terbaru tunjukkan akurasi informasi mencapai 98,5 persen.
Pemerintah menetapkan jadwal baru pencairan tunjangan. Dana kini akan dicairkan mulai Maret, bukan April seperti sebelumnya.
Langkah percepatan ini jadi respons terhadap kebutuhan guru. Guru pun berharap ini menjadi awal kebijakan inovatif ke depan.
Di balik percepatan tersebut, tersimpan inovasi teknologi yang canggih. Sistem pembayaran langsung kini terintegrasi dengan teknologi blockchain.
Penggunaan blockchain menjamin verifikasi data secara real-time. Hal ini mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan pencairan.
Sistem direct transfer memastikan dana tiba tepat waktu. Guru bisa menikmati tunjangan hanya dalam waktu 1×24 jam setelah SK diterbitkan.
Koordinasi intensif antara Kemendikdasmen dan Kementerian Keuangan jadi kunci sukses. Sinergi antar lembaga memastikan prosedur berjalan lancar.
Dalam proses verifikasi, tiga tahapan utama dilakukan dengan teliti. Pertama, rekonsiliasi Nomor Registrasi Guru dilakukan secara menyeluruh.
Kedua, kesesuaian beban mengajar diperiksa agar adil bagi semua guru. Ketiga, validasi rekening bank aktif memastikan transfer tepat sasaran.
Data terbaru per 15 Februari 2025 menunjukkan angka menggembirakan. Sebanyak 806.000 guru memenuhi syarat untuk menerima tunjangan.
Baca Juga: Administrasi Rumit Hambat Gaji Guru PPPK di Sulteng, Kepala Dinas Tekankan Pentingnya Kerjasama
Proporsi guru penerima pun diatur secara proporsional. Guru PNS mendominasi sebanyak 65 persen, sedangkan PPPK 25 persen, dan sisanya 10 persen adalah honorer.