Sulawesitoday - Siang bolong di Kota Palu, tepatnya Jumat (11/7) kemarin, ketenangan warga kembali terusik. Seorang pria, Ali (51), harus merasakan kerasnya mata busur menancap di punggungnya saat melintas di persimpangan Jalan Langsat dan WR. Supratman. Pertanyaan besarnya, apakah ini sinyal bahaya baru bagi keamanan jalanan ibu kota Sulawesi Tengah? Ya, tampaknya aksi kekerasan jalanan ini kian merajalela dan jadi perhatian serius kepolisian.
Kejadiannya bak cerita film yang tiba-tiba mencekam. Sekitar pukul 11.00 WITA, Ali, warga Lolu Selatan, tengah melaju santai dari arah Pasar Inpres Manonda menuju Jalan Langsat. Dalam sekejap, ia merasaka'n sakit luar biasa, seperti dihantam benda tumpul.
"Awalnya saya kira hanya dilempar batu," tutur Ali lirih dari ranjang rumah sakit Anutapura Palu, di mana ia kini terbaring lemah. Namun, bukan batu, melainkan sebatang anak panah alias busur yang menancap persis di punggung kirinya. Sontak, tubuh Ali ambruk, terpincang menahan perih.
Momen mengerikan itu tak luput dari bidikan kamera warga dan langsung jadi tontonan viral di jagat maya Facebook. Sebuah rekaman singkat menujukkan Ali terkapar, busur masih setia menancap, seolah jadi saksi bisu kebrutalan jalanan.
Beruntung, seorang tukang ojek yang melintas segera sigap, mengulurkan tangan membantu, dan membawa Ali ke rumah sakit terdekat.
Polisi Bergerak Cepat, Usut Dugaan Kelompok Panah
Kapolresta Palu, Kombes Pol Dedy Ardiansyah, dengan tegas membenarkan insiden ini. Ia tak main-main, langsung memerintahkan anak buahnya dari Polsek Palu Barat untuk turun tangan.
"Tim segera saya perintahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi," ujar Kombes Dedy kepada awak media, Sabtu (12/7). Langkah cepat ini, kata dia, adalah bukti keseriusan polisi dalam membungkus aksi-aksi premanisme yang belakangan kerap menghantui.
Kasus pembusuran ini, lanjut Dedy, menjadi atensi khusus kepolisian. Pasalnya, bukan cuma sekali ini Palu dibuat resah oleh ulah sekelompok orang tak bertanggung jawab yang kerap beraksi dengan busur.
"Kasus ini sangat serius dan tidak bisa ditoleransi," tegasnya, sembari mengimbau seluruh warga Kota Palu untuk selalu waspada. Ia juga meminta masyarakat jangan ragu melapor jika menjadi korban atau melihat langsung aksi kekerasan serupa.
Saat ini, kepolisian tengah fokus menelusuri jejak dugaan keterlibatan "geng" atau kelompok pelaku panah. Kabarnya, mereka kerap beraksi di titik-titik rawan, terutama pada jam-jam sepi di siang bolong maupun dini hari. Hingga berita ini naik cetak, belum ada pelaku yang berhasil diciduk.
Namun, polisi memastikan sudah mengantongi beberapa petunjuk penting dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi. Semoga saja, benang kusut teror busur di Palu ini segera terurai, dan warga bisa kembali melenggang tanpa rasa cemas.
Artikel Terkait
Kejari Morowali Sita Ore Nikel Ilegal di Bahodopi, Pelaku Tambang Koridor Diburu!
Operasi Patuh Tinombala Sulteng 2025, Strategi Mpuu Polda Ntuvu Kecelakaan mo Pomaesa Disiplin Berlalu Lintas
Gubernur Sulteng Kaji Perpanjangan Diskon Pajak Mobil, Harapan Baru Pasar Otomotif Lokal!
Pasar Sulteng Bergolak, Harga Beras Terus Naik dan Tomat Meroket hingga Rp30 Ribu/Kg - Ini Penyebabnya!
Ribuan Seragam Gratis Dibagikan, Parimo Hadirkan Asa Baru Bagi Siswa SD-SMP - Prioritaskan Pemerataan