• Selasa, 21 Juli 2026

Gubernur Sulteng Kaji Perpanjangan Diskon Pajak Mobil, Harapan Baru Pasar Otomotif Lokal!

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:30 WIB
Gubernur Sulteng bertemu dealer mobil bahas keberlanjutan insentif pajak. Harapan perpanjangan diskon PKB muncul demi daya saing & ekonomi daerah.
Gubernur Sulteng bertemu dealer mobil bahas keberlanjutan insentif pajak. Harapan perpanjangan diskon PKB muncul demi daya saing & ekonomi daerah.

Sulawesitoday - Apakah perpanjangan insentif pajak kendaraan bermotor akan menjadi napas lega bagi pasar otomotif Sulawesi Tengah? Kabar gembira itu terkuak usai perwakilan asosiasi dealer mobil Sulteng beraudiensi dengan Gubernur Anwar Hafid, Jumat (11/7/2025). Pertemuan ini tak hanya membahas nasib diskon pajak, tapi juga misi besar: membumikan transaksi kendaraan agar tak lari ke luar daerah.

Di ruang kerja Gubernur, suasana diskusi tampak cair. Padlan, salah seorang perwakilan asosiasi, tak sungkan melontarkan apresiasi. Menurutnya, Surat Keputusan (SK) Gubernur yang sebelumnya memangkas tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari 5 Januari hingga 5 Juli 2025 adalah langkah jitu. Insentif ini bak perisai, menahan harga kendaraan tetap terjangkauh di tengah badai regulasi pusat dan gejolak pasar.

"Kami bersyukur, insentif ini membuat harga mobil tetap terjangkau bagi masyarakat. Sebelumnya ada kekhawatiran kenaikan karena perubahan rumus pembagian pajak antara pusat dan daerah, tapi alhamdulillah ditunda sampai Desember. Kami berharap penyesuaian tarif ini bisa diperpanjang hingga akhir tahun," ucap perwakilan asosiasi, nada harapannya terdengar jelas.

Diskusi lantas mengerucut pada jantung permasalahan: daya saing. Kenapa harga mobil di Makassar atau Balikpapan seringkali lebih memikat? Jawabannya ada pada jurang perbedaan tarif pajak, ongkos logistik, hingga insentif dari dealer. Para punggawa otomotifff di Sulteng ini menyarankan agar Pemprov terus menelurkan skema insentif yang membuat konsumen tak berpaling hati.

"Kalau selisih harga antar daerah bisa ditekan, masyarakat akan lebih memilih beli di sini. Ini menguntungkan karena pajaknya masuk ke kas daerah dan transaksi ekonomi lokal meningkat," timpal perwakilan dealer Toyota, sembari menunjuk pentingnya efek domino ekonomi.

Mendengar aspirasi itu, Gubernur Anwar Hafid mengangguk. Komitmennya untuk memupuk sektor otomotif sebagai lokomotif ekonomi daerah tak perlu diragukan. Ia bahkan membocorkan bahwa pemerintah tengah meracik langkah lanjutan. Tujuannya jelas, agar insentif pajak kendaraan baru bisa diperpanjang hingga Desember 2025, lengkap dengan sosialisasi masif bersama para pelaku usaha.

"Pajak kendaraan itu memang sumber pendapatan daerah, tapi kalau tidak kompetitf, masyarakat bisa beli di daerah lain. Karena itu, kita cari titik tengah, tetap mendukung pendapatan daerah, tapi juga tidak membebani pembeli. Kalau dengan insentif ini transaksi meningkat, otomatis pendapatan kita ikut naik," tegas Gubernur, merangkai visi pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Operasi Patuh Tinombala Sulteng 2025, Strategi Mpuu Polda Ntuvu Kecelakaan mo Pomaesa Disiplin Berlalu Lintas

Tak berhenti di situ, sang Gubernur juga menyentil pentingnya kolaborasi segitiga emas: Pemprov, dealer, dan pelabuhan. "Kalau pengiriman bisa langsung dari Surabaya ke pelabuhan-pelabuhan di Sulteng, harga bisa lebih murah dan kompetitif dibandingkan Sulsel atau Kaltim," ujarnya, membuka tabir potensi efisiensi distribusi.

Audiensi ini ditutup dengan nada optimisme. Ada kesepakatan awal untuk terus meninjau dan mengevaluasi tarif PKB secara berkala. Ruang kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi dealer pun akan senantiasa terbuka. Tujuannya satu: menjaga iklim usaha yang sehat dan berpihak pada kemajuan Sulawesi Tengah.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini