Tapi membungkam diskusi publik dengan label negatif justru kontraproduktif.
"Yang sesat adalah ketika rakyat membayar triliunan untuk bailout, tapi keuntungannya hanya dinikmati segelintir orang," kata Sasmito dengan suara bergetar.
Bangsa ini berhak tahu kebenaran di balik salah satu episode termahal dalam sejarah ekonomi Indonesia. Audit, transparansi, dan keberanian mengoreksi masa lalu bukanlah ancaman.
Sebaliknya, itu justru akan memperkuat fondasi moral dan kepercayaan publik pada negara.
"Kita bukan mau mengambil alih BCA," tutup Sasmito. "Kita hanya mau tahu: apakah dulu negara dirugikan atau tidak. Kalau iya, bagaimana cara memperbaikinya."
Pertanyaan sederhana. Tapi jawabannya mungkin akan menguncang sendi-sendi perekonomian Indonesia.
Baca Juga: DPR Desak KPK Usut BLBI, Saat Nikita Mirzani Soroti Privasi Rekening di BCA
Artikel Terkait
Setya Novanto Bebas Lebih Cepat, Vonis 15 Tahun Mega Korupsi e-KTP Terpangkas MA
Viral Paskibraka di Papua Tetap Selesaikan Tugas Pengibaran Bendera RI, Meski Hampir Jatuh Pingsan
Viral Dugaan 3 WNI yang Nyaris Diculik Oknum Perdagangan Orang di Kamboja, Mulanya Dijanjikan Kerja Resto
DPR Desak KPK Usut BLBI, Saat Nikita Mirzani Soroti Privasi Rekening di BCA
Setelah 48 Jam Jadi Bos KAI, Jalan Ketenangan Bobby Rasyidin Tersandung Kasus Korupsi