Peretas Indonesia yang berkelas dunia itu bekerja cepat. "Hacker kita yang jago-jago sudah saya panggil," kata Purbaya di kantornya. Mereka yang ranking dunia itu menguji Coretax. "Enggak payah sih," tambahnya santai namun mengena.
Pengujian menunjukan kelemahan fundamental sistem. Empat tahun pembangunan menghasilkan produk tidak layak. Investasi besar negara terbuang percuma. Pertanyaan besarnya: kemana dana pengembangan mengalir?
Bagaimana Nasib Coretax ke Depan?
Masa depan sistem perpajakan digital ini suram. Purbaya menegaskan perlunya pemeriksaan lebih dalam. Audit menyeluruh harus segera dilakukan. Tujuannya jelas: mencegah kerugian negara berlanjut.
Pelayanan perpajakan harus diperbaiki segera. Wajib pajak tidak boleh terus dipersulit. Sistem yang efektif dan efisien adalah kebutuhan mendesak. Negara memerlukan penerimaan pajak optimal.
Mekeng menambahkan perspektif politiknya. "Kalau memang tidak bermanfaat, harus ada pertanggungjawaban," katanya tegas. Audit BPK menjadi langkah krusial. Transparansi dalam pengelolaan keuangan negara harus dijaga.
Baca Juga: Mengapa Gaji ASN di Parigi Moutong Belum Dibayarkan? Coretax dan Masalah Baru di Pemerintahan Daerah
Artikel Terkait
Prabowo Bentuk Dirjen Pesantren: Dari Resolusi Jihad 1945 Hingga Peradaban Global 2025
DPR Tolak Wacana Bahasa Portugis Wajib di Sekolah, Usulkan Fokus Bahasa Inggris dan Mandarin
DPRD Parigi Moutong Godok Empat Raperda Strategis, Potensi Tambang Emas Jadi Sorotan
Diaspora Indonesia Membludak, Prabowo Disambut Antusias di Malaysia
Menteri LH Bongkar Praktik Industri AMDK: Jangan Tertipu Label Air Pegunungan