Sebagai langkah preventif, Sherly telah melaporkan insiden yang menimpanya kepada pengurus lingkungan dan pihak keamanan setempat guna memperkuat pengawasan.
Coretan di kendaraan tersebut kabarnya telah diketahui oleh petugas keamanan tak lama setelah waktu salat subuh, yang menandakan bahwa pelaku beraksi di bawah selimut kegelapan.
Kini, publik menunggu apakah aparat penegak hukum akan mengusut tuntas jejak-jejak digital dan fisik yang ditinggalkan oleh para pelaku teror ini.
Sebab, membiarkan intimidasi terhadap suara kritis adalah langkah mundur bagi kesehatan demokrasi yang tengah dirawat bersama.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Baca Juga: Maut Sebelum Keadilan Datang, Kesaksian Getir Mahasiswi Unima dalam Belenggu Kekerasan Seksual
Artikel Terkait
Anomali Buranga, Mengapa Tembok Imunitas Reni di Tambang Ilegal Parigi Moutong Tak Tersentuh Hukum?
Kepala Desa Meregang Nyawa Diserang Gajah Liar di Way Jepara
Mandat Berpencar, Instruksi Prabowo dari Tenda Pengungsian Batang Toru
Maut dalam Botol Arak, Nestapa Enam Nyawa di Jember Menjelang Fajar Tahun Baru
Maut Sebelum Keadilan Datang, Kesaksian Getir Mahasiswi Unima dalam Belenggu Kekerasan Seksual