Sulawesitoday - Sebuah video kekerasan mengguncang media sosial. Seorang perempuan diseret di pinggir jalan, rambutnya ditarik paksa.
Kejadian itu terjadi Jumat pagi, 16 Januari 2026. Lokasi: Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong.
Pelaku adalah RA (27 tahun), suami korban sendiri. Korban, DS (23), mengalami kekerasan di hadapan publik.
Pukul 09.22 WITA, aksi biadab itu terekam warga. Video itu kemudian menyebar cepat di Facebook.
Kecaman publik mengalir deras. Polsek Ampibabo bergerak kilat merespons laporan masyarakat.
Tak sampai lima jam, pelaku diamankan. Pukul 14.00 WITA, RA dibawa ke Mapolsek Ampibabo.
Tim gabungan dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Gusti Sumedana, S.H. Penangkapan dilakukan atas perintah Pelaksana Harian Kapolsek Ampibabo.
Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, menegaskan sikap tegas institusinya. "Polres Parigi Moutong tidak mentolerir kekerasan dalam rumah tangga."
Ia menambahkan respons cepat menjadi prioritas. "Kami merespons cepat laporan masyarakat terkait video viral tersebut."
Pelaku kini menjalani proses hukum. Namun muncul informasi soal riwayat gangguan kejiwaan RA.
IPTU Arbit menyatakan aspek itu akan diteliti mendalam. "Informasi riwayat gangguan kejiwaan akan kami dalami melalui pemeriksaan medis."
Namun proses hukum tetap berjalan tanpa kompromi. "Proses hukum tetap berjalan, dengan mengedepankan perlindungan korban," tegasnya.
Kepala Desa Siniu, Zikran, mengkonfirmasi kejadian memalukan itu. Ia menyebut tindakan pelaku mencoreng ketentraman desa.
"Tindakan pelaku menimbulkan keresahan karena dilakukan di jalan umum," ujar Zikran. Warga merasa terganggu menyaksikan aksi brutal tersebut.
Artikel Terkait
Viral! Baskara Putra Kritik Aksi Kamisan Dianggap Isu Lima Tahunan di Depan Istana Negara
Pamit Umroh, Salim A Fillah Tinggalkan Jembatan untuk Tujuh Desa di Aceh
Sendok Bebek Rp4 Miliar, ICW Bongkar Belanja MBG yang Tak Terkait Gizi
Tragedi Gunung Slamet, Syafiq Ditemukan Tewas Setelah Dua Pekan Hilang
Penyanyi Ini Viral Minum Sperma Ular, Klaim Bikin Suara Lebih Jernih dan Stabil