• Selasa, 21 Juli 2026

Tambang Tombi Ditinggal Yunus, Pemulihan Lingkungan Jadi Mimpi Warga

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 21 Januari 2026 | 02:26 WIB
Operasional Yunus di tambang Tombi, Ampibabo, berhenti lima bulan lalu. Warga berharap ada kejelasan regulasi dan pemulihan lingkungan.
Operasional Yunus di tambang Tombi, Ampibabo, berhenti lima bulan lalu. Warga berharap ada kejelasan regulasi dan pemulihan lingkungan.

Sulawesitoday - Tombi kini sepi. Desa di Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong ini kehilangan debu. Kehilangan deru mesin excavator. Kehilangan gemuruh truk-truk pengangkut.

Yunus sudah pergi.

"Yunus sudah tidak lagi beroperasi di area tambang ini," kata Aldi. Warga desa yang mengamati sejak awal.

Lima bulan lalu tepatnya. Yunus kembali ke Kendari. Kampung halamannya. Meninggalkan perbukitan Tombi yang pernah ia gali.

Alat-alat berat masih terparkir. Diam membisu. Ternyata bukan miliknya. Sewaan semua.

Tombi dulu riuh.

Setiap pagi, alat berat sudah bergerak. Membelah tanah. Mengejar emas di perut bumi. Warga terbiasa dengan suara bising itu. Bahkan menggantungkan harapan padanya.

Kini? Hening.

Hamparan tanah bekas galian terbentang luas. Seperti luka yang belum tertutup. Menunggu siapa yang akan menyembuhkannya.

"Sudah lama dia tidak beraktivitas lagi di Tombi," Aldi menambahkan. Matanya menatap ke arah bukit yang dulu sibuk itu.

Nama Yunus menjadi legenda tersendiri di Tombi.

Bukan karena ia penambang terbesar. Tapi karena ia yang paling gigih. Paling konsisten. Paling lama bertahan.

Warga tahu persis jadwalnya. Kapan excavator mulai menggali. Kapan truk datang mengangkut. Kapan shift berganti.

Sekarang semua itu tinggal kenangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini