• Senin, 20 Juli 2026

Prank 80 Miliar Dolar Zuckerberg

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:22 WIB
Mengungkap siasat jenius Mark Zuckerberg di balik
Mengungkap siasat jenius Mark Zuckerberg di balik

Sulawesitoday - Dunia sempat menertawakannya. Mark Zuckerberg dianggap sudah gila. Membakar uang sampai 80 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, jumlahnya bikin pening: sekitar Rp 1,3 triliun—meskipun hitungan aslinya jauh lebih ngeri dari itu.

Uang sebanyak itu lari ke mana? Ke proyek yang namanya Metaverse. Lewat divisi Reality Labs.

Hasilnya? Orang-orang makin tertawa. Proyek Horizon Worlds-nya jadi bahan bully sedunia. Avatarnya kaku. Tidak punya kaki. Mirip hantu jeruk purut, kata netizen. Kotanya kosong melompong. Grafiknya? Burik sekali.

Analis Wall Street sudah angkat tangan. Saham Meta sempat terjun bebas sampai minus 50 persen dari puncaknya. Media-media penuh caci maki. Zuckerberg dianggap gagal total.

Tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru menghujat.

Ternyata, kita semua baru saja kena prank. Strategi paling licik sekaligus jenius di abad ini.

Metaverse itu ternyata cuma tirai asap. 

Pengalihan isu. Zuckerberg sengaja memakai "kegagalan" publik itu agar kompetitornya—Apple, Google, dan Microsoft—lengah,.

Siasat aslinya bukan di dunia virtual tanpa kaki itu. Siasat aslinya adalah AI (Artificial Intelligence).

Bayangkan. Kalau sejak awal Zuckerberg bilang mau investasi gila-gilaan ke AI, pemegang saham pasti mengamuk. Maka, dipakailah alasan Metaverse untuk menyedot dana investasi demi membangun infrastruktur AI secara diam-diam.

Sambil dunia sibuk menertawakan avatar kaku, Meta diam-diam memborong GPU Nvidia seri H. Tidak tanggung-tanggung: 600.000 unit. Harga satu unitnya saja setara mobil LCGC.

GPU inilah yang jadi "otak" untuk melatih Llama 3 dan Llama 4. Jantung strategi baru Meta.

Lalu, bagaimana dengan kacamata Quest VR yang sering jadi sarang debu di lemari itu? Ternyata itu bukan sekadar mainan. Itu adalah laboratorium berjalan. Meta mengumpulkan data lirikan mata kita, gerakan tangan, hingga interaksi ruang virtual.

Semua data itu dipakai untuk melatih asisten pribadi masa depan: Kacamata Orion AR.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini