Sulawesitoday - Dunia sempat menertawakannya. Mark Zuckerberg dianggap sudah gila. Membakar uang sampai 80 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, jumlahnya bikin pening: sekitar Rp 1,3 triliun—meskipun hitungan aslinya jauh lebih ngeri dari itu.
Uang sebanyak itu lari ke mana? Ke proyek yang namanya Metaverse. Lewat divisi Reality Labs.
Hasilnya? Orang-orang makin tertawa. Proyek Horizon Worlds-nya jadi bahan bully sedunia. Avatarnya kaku. Tidak punya kaki. Mirip hantu jeruk purut, kata netizen. Kotanya kosong melompong. Grafiknya? Burik sekali.
Analis Wall Street sudah angkat tangan. Saham Meta sempat terjun bebas sampai minus 50 persen dari puncaknya. Media-media penuh caci maki. Zuckerberg dianggap gagal total.
Tapi tunggu dulu. Jangan buru-buru menghujat.
Ternyata, kita semua baru saja kena prank. Strategi paling licik sekaligus jenius di abad ini.
Metaverse itu ternyata cuma tirai asap.
Pengalihan isu. Zuckerberg sengaja memakai "kegagalan" publik itu agar kompetitornya—Apple, Google, dan Microsoft—lengah,.
Siasat aslinya bukan di dunia virtual tanpa kaki itu. Siasat aslinya adalah AI (Artificial Intelligence).
Bayangkan. Kalau sejak awal Zuckerberg bilang mau investasi gila-gilaan ke AI, pemegang saham pasti mengamuk. Maka, dipakailah alasan Metaverse untuk menyedot dana investasi demi membangun infrastruktur AI secara diam-diam.
Sambil dunia sibuk menertawakan avatar kaku, Meta diam-diam memborong GPU Nvidia seri H. Tidak tanggung-tanggung: 600.000 unit. Harga satu unitnya saja setara mobil LCGC.
GPU inilah yang jadi "otak" untuk melatih Llama 3 dan Llama 4. Jantung strategi baru Meta.
Lalu, bagaimana dengan kacamata Quest VR yang sering jadi sarang debu di lemari itu? Ternyata itu bukan sekadar mainan. Itu adalah laboratorium berjalan. Meta mengumpulkan data lirikan mata kita, gerakan tangan, hingga interaksi ruang virtual.
Semua data itu dipakai untuk melatih asisten pribadi masa depan: Kacamata Orion AR.
Artikel Terkait
TikTok Kena Semprit: Data Eropa Terkirim ke China, Denda Rp9,8 T Dijatuhkan
Xiaomi Persiapkan Pad 7 Ultra: Pesaing Tangguh iPad Pro dengan RAM 24GB
Kalah Pacu AI, Apple Pilih Gemini demi Siri
iPhone Co-Pilot ATR Maros Ditemukan, Teknologi Sensor AI Smartwatch Rekam Pergerakan 13 Ribu Langkah
Selamat Tinggal Android, Kebangkitan HarmonyOS Huawei dan Ancaman Bagi Dominasi Google