Sulawesitoday - Apple akhirnya memilih jalan pragmatis. Mereka menggandeng Google Gemini untuk masa depan Siri.
Langkah ini menandai pergeseran strategi besar. Sebelumnya, Apple sempat mengandalkan OpenAI pada akhir 2024.
Namun, pengembangan internal Apple Intelligence rupanya buntu. Gemini dianggap lebih unggul dalam kemampuan multimodal.
Kolaborasi ini bersifat jangka panjang. Keduanya resmi menjalin kemitraan selama beberapa tahun.
"Fondasi model Apple akan berbasis teknologi Google," tulisnya. Keterangan resmi tersebut dirilis pada Selasa, 13 Januari 2026.
Meski begitu, Apple tetap menjanjikan keamanan data. Sistem privasi diklaim tetap menjadi prioritas utama pengguna.
Integrasi ini mempercepat kecanggihan asisten digital Siri. Pengguna bakal menikmati respons bahasa yang lebih natural.
Di sisi lain, Apple menyiapkan kejutan perangkat keras. iPhone Air 2 dirumorkan bakal hadir jauh lebih tipis.
Laporan The Elec menyebutkan penggunaan teknologi layar CoE. Teknologi ini memangkas ketebalan panel OLED secara signifikan.
Debut teknologi CoE rencananya hadir pada iPhone Fold. Produk lipat itu dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026.
Layar tipis memberikan ruang lebih bagi baterai. Ruang internal menjadi lebih lega untuk kapasitas daya.
Teknologi ini juga meningkatkan efisiensi konsumsi energi. Layar tetap terbaca jelas di bawah terik matahari.
Konsumsi daya pun bisa ditekan secara drastis. Hal ini menjawab keraguan publik pada model sebelumnya.
Namun, terdapat anomali pada sisi harga jual. iPhone Air 2 diprediksi dibanderol sekitar Rp 14 jutaan.
Artikel Terkait
Warga Bandar Lampung Geruduk Penginapan Syariah Diduga Sarang Asusila
Prahara Upah RS Anuntaloko, Tarik Ulur Nasib Pekerja di Balik Jerat Kontrak Vendor
Sengkarut APBD Parigi Moutong 2026, Kritik Anggota DPRD Soal Etika Kuasa
Jerat Hukum Guru Kripto, Timothy Ronald dan Skandal Rp200 Miliar
Stimulus 15 Bulan, Ojek Online Kini Cukup Bayar Setengah