• Selasa, 21 Juli 2026

Prank 80 Miliar Dolar Zuckerberg

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:22 WIB
Mengungkap siasat jenius Mark Zuckerberg di balik
Mengungkap siasat jenius Mark Zuckerberg di balik

Orion ini beda. Ringan. Cuma 100 gram. Bisa mengenali wajah orang di depan kita, mengingatkan nama klien, bahkan menerjemahkan bahasa asing secara real-time di depan mata.

Hasilnya pun mulai kelihatan. Agustus 2025, saham Meta meroket tembus 796 dolar AS. Rekor tertinggi sepanjang masa. Zuckerberg tidak jadi bodoh. Dia justru jadi pemenang.

Strateginya sekarang jelas: Taman Bertembok Digital.

Zuckerberg mulai membuka keran monetisasi di Facebook dan Instagram. Orang bisa cari cuan lewat konten dengan bantuan AI,. Mahasiswa atau pekerja paruh waktu bisa dapat puluhan hingga ratusan juta per bulan kalau kontennya viral.

Tapi, ada harga yang harus dibayar. There is no free lunch.

Setiap klik, setiap lirikan mata, dan setiap interaksi kita masuk ke server Meta. Kita diberi peluang cari duit agar mau tetap tinggal di dalam kandang mereka. Kita menjadi "sapi perah" data sekaligus kelinci percobaan untuk melatih AI generasi berikutnya.

Zuckerberg bisa santai ngopi sambil dihujat. Dia tahu rahasia besar yang sedang dibangun di belakang layar.

Uang 80 miliar dolar itu tidak hilang. Uang itu sudah berubah jadi infrastruktur AI terbesar di dunia yang siap mengatur hidup kita.

Pertanyaannya: Zuckerberg ini jenius atau penipu ulung? Mungkin dua-duanya.

Yang jelas, kita sudah masuk dalam permainan besarnya. Pilihannya cuma tiga: ikut arus mencari cuan, menjaga privasi dengan ketat, atau menolak sama sekali dan jadi manusia purba di tengah ekosistem Meta.

Begitulah dunia bisnis tingkat tinggi. Kadang harus terlihat bodoh untuk menjadi yang paling sakti.

Mengungkap siasat jenius Mark Zuckerberg di balik "kegagalan" Metaverse. Ternyata, uang 80 miliar dolar bukan hilang, melainkan investasi rahasia

Baca Juga: Selamat Tinggal Android, Kebangkitan HarmonyOS Huawei dan Ancaman Bagi Dominasi Google

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini