• Minggu, 19 Juli 2026

Air Mata Guru Honorer, Ketika Gaji Rp400 Ribu Kalah dari Sopir Program MBG

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:02 WIB
Video viral guru honorer menangis bandingkan gaji Rp400 ribu dengan sopir MBG Rp3 juta. Kesenjangan yang memantik perdebatan.
Video viral guru honorer menangis bandingkan gaji Rp400 ribu dengan sopir MBG Rp3 juta. Kesenjangan yang memantik perdebatan.

Sulawesitoday - Sebuah video memperlihatkan air mata mengalir di pipi seorang guru. Tangisannya bukan karena sakit hati pada murid, melainkan pada sistem.

Perempuan berbaju ungu itu mewakili ribuan guru honorer di Indonesia. Mereka yang mencerdaskan anak bangsa, namun dibayar lebih rendah dari sopir program pemerintah.

Kesenjangan itu kini viral di media sosial. Video protes mulai bermunculan sejak Senin malam, 19 Januari 2026.

Gelombang Protes di Ruang Digital

Platform TikTok menjadi ruang curahan para pendidik. Akun @duniapunyacerita_ mengunggah salah satu video yang paling menyentuh.

Hingga Selasa, 20 Januari 2026, video itu ditonton 305 ribu kali. Angka yang menunjukkan resonansi masalah ini di tengah masyarakat.

Bukan hanya satu akun, puluhan video serupa bermunculan. Guru-guru honorer dari berbagai daerah mulai angkat suara soal kesenjangan upah.

Keluhan yang Tertahan Lama

"Izin saya luapkan saja, ternyata gaji driver MBG itu jauh lebih layak daripada teman-teman yang mencerdaskan anak bangsa," ujar perempuan dalam video. Kata "miris" meluncur dari bibirnya yang bergetar.

Pernyataan itu bukan sekadar kekecewaan personal. Ia merepresentasikan frustrasi kolektif ribuan pendidik yang merasa tidak dihargai.

Program Makan Bergizi Gratis memang kebijakan strategis pemerintah. Namun, ironi muncul ketika sopir program tersebut digaji lebih tinggi dari guru.

Dilema Ekonomi Pendidik

Tidak semua guru honorer memiliki privilese ekonomi tambahan. Banyak yang hidup semata-mata dari gaji mengajar.

"Kalau mungkin teman-teman yang mungkin punya suami mapan atau kemandirian sendiri untuk mencari pundi-pundi rupiah itu, ya Alhamdulillah," kata perempuan itu. Namun pertanyaan selanjutnya menohok: "Tapi bagaimana, apa kabar saudara-saudara saya yang hanya berpatok dari situ?"

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini