• Senin, 20 Juli 2026

Korban Kedua Pesawat ATR di Maros Ditemukan dalam Kondisi Tewas di Tebing Curam

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 19 Januari 2026 | 22:17 WIB
Tim SAR menemukan korban kedua pesawat ATR berjenis kelamin perempuan di kedalaman 500 meter Gunung Bulusaraung dalam kondisi tewas.
Tim SAR menemukan korban kedua pesawat ATR berjenis kelamin perempuan di kedalaman 500 meter Gunung Bulusaraung dalam kondisi tewas.

Sulawesitoday - Operasi pencarian dan pertolongan memasuki babak krusial. Tim gabungan Basarnas berhasil menemukan satu jenazah korban tambahan dari tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.

Lokasi penemuan berada di kawasan tebing Gunung Bulusaraung. Medan pencarian sangat terjal dan berbahaya.

 
 
 
View this post on Instagram

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi penemuan tersebut. "Telah ditemukan satu korban," ujarnya di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.

Waktu penemuan tercatat pukul 14.00 Wita, Senin (19/1/2026). Berdasarkan laporan tim lapangan, korban berjenis kelamin perempuan.

Identitas pasti korban masih dalam proses verifikasi DVI (Disaster Victim Identification). "Nanti mungkin persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan," papar Syafii.

Posisi jenazah berada pada kedalaman 500 meter dari puncak. Kondisi geografis mempersulit upaya evakuasi secara signifan.

Pesawat ATR 42-500 tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang. Kejadian terjadi saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar.

Rute penerbangan melintasi wilayah pegunungan Bulusaraung. Kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan menjadi titik terakhir komunikasi.

Total sepuluh orang berada dalam pesawat. Tujuh di antaranya merupakan awak pesawat profesional.

Tiga penumpang lainnya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka tengah menjalankan tugas dinas resmi.

Penemuan pertama terjadi sehari sebelumnya, Minggu (18/1). Satu jenazah laki-laki berhasil dievakuasi dari lokasi kecelakaan.

Proses evakuasi korban kedua masih berlangsung hingga saat ini. Tim SAR terus memaksimalkan upaya pencarian untuk delapan korban lainnya.

Kondisi cuaca dan medan ekstrem menjadi tantangan utama. Namun operasi tidak berhenti meski menghadapi berbagai kendala teknis.

Baca Juga: KNKT: Pesawat ATR 42-500 Jatuh Akibat Tabrak Lereng Gunung, Kategori CFIT

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini