• Selasa, 21 Juli 2026

Jurang 200 Meter Hambat Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:51 WIB
Jenazah korban pesawat ATR 42-500 terjebak di jurang 200 meter. Cuaca buruk dan medan ekstrem hambat evakuasi Tim SAR di Pangkep
Jenazah korban pesawat ATR 42-500 terjebak di jurang 200 meter. Cuaca buruk dan medan ekstrem hambat evakuasi Tim SAR di Pangkep

Sulawesitoday - Jurang sedalam 200 meter menjadi penghalang. Tim SAR gabungan gagal mengangkat jenazah korban.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung. Satu jenazah ditemukan Minggu (18/1/2026) pukul 13.30 Wita, namun hingga petang belum terevakuasi.

Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, mengonfirmasi kendala tersebut. Cuaca buruk dan medan ekstrem menghambat proses evakuasi.

"Untuk pencarian hari ini kami laksanakan bersama tim dan sudah menemukan satu korban. Namun sampai saat ini belum bisa dievakuasi karena terkendala kondisi cuaca," ujarnya, Minggu petang.

Jenazah korban tergeletak di dasar jurang. Kedalaman mencapai 200 meter dari permukaan tebing.

Tim SAR mencoba metode penarikan dari atas. Upaya itu gagal akibat medan terjal dan jarak yang terlalu jauh.

"Kondisi medan kurang bagus dan kabut sangat tebal. Jarak pandang hanya sekitar 3 sampai 5 meter," kata Andi Sultan.

Demi keselamatan personel, tim mendirikan camp darurat. Evakuasi ditunda hingga Senin pagi pukul 05.00 Wita.

"Jika cuaca memungkinkan, kami merencanakan evakuasi melalui udara. Untuk itu akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan," jelasnya.

Pesawat ATR 42-500 membawa sepuluh orang. Satu korban ditemukan berjenis kelamin laki-laki, sembilan lainnya masih dalam pencarian.

Identifikasi Melalui DNA

Esther Aprilita S, pramugari pesawat nahas itu, telah teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification Polda Jawa Barat mengambil sampel DNA keluarganya.

Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, mengonfirmasi identitas korban. Esther tercatat sebagai awak kabin dalam penerbangan tersebut.

"Saat ini tim DVI Polda Jawa Barat berada di kediaman keluarga korban untuk mengambil data ante mortem serta DNA pembanding dari pihak keluarga," katanya, Minggu.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini