Sulawesitoday - Kabarnya datang dari Kolaka. Jauh di sana. Di sebuah area pertambangan yang sibuk.
Ada seorang pekerja. Lokal. Ia hanya ingin tahu satu hal yang sangat mendasar: soal gaji. Hak atas keringatnya sendiri.
Namun, jawaban yang diterima sungguh di luar dugaan. Bukan penjelasan yang didapat, melainkan bogem mentah. Empat orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China justru mengeroyoknya.
Kejadian itu bermula saat korban mencoba menanyakan kepastian upahnya. Situasi memanas dengan cepat. Empat lawan satu. Sangat tidak seimbang.
"Hanya karena tanya gaji, malah dikeroyok," begitulah inti dari kegeraman yang kini viral.
View this post on Instagram
Peristiwa ini kini sudah masuk ke ranah hukum. Pihak kepolisian setempat pun turun tangan untuk mengusut kronologi lengkap pengeroyokan tersebut.
Tentu, ini bukan sekadar urusan antara pekerja dan pemberi kerja lagi. Ini sudah menyangkut tindak pidana di tanah air.
Publik kini menunggu. Bagaimana kelanjutan nasib para TKA tersebut. Juga bagaimana perlindungan bagi pekerja lokal di sana. Keadilan harus ditegakkan agar keringat pekerja tidak dibayar dengan kekerasan.
Baca Juga: Adu Banteng Mio vs Carry di Parigi Moutong, Pengendara Motor Meninggal Dunia
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8 Persen Akibat MSCI, Purbaya Pastikan OJK Bereskan Sebelum Mei
Perang Tanpa Ledakan, Saat GPS Kapal Perang Amerika Serikat Tak Lagi Bisa Dipercaya
Logika Tangjen di DPR, Sentilan Pedas untuk Kapolresta dan Kajari Sleman
Nusantara Project, Custom ROM Indonesia yang Mendunia Lewat Jalur Sunyi dan Stabil
Adu Banteng Mio vs Carry di Parigi Moutong, Pengendara Motor Meninggal Dunia