• Sabtu, 4 Juli 2026

Dugaan Beking PETI Parigi Moutong Meluas, Oknum Polisi Garap Maleali

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 18 Mei 2026 | 18:47 WIB
Praktik tambang emas ilegal di Parigi Moutong meluas ke Desa Maleali. Oknum polisi diduga jadi tameng operasional ekskavator.
Praktik tambang emas ilegal di Parigi Moutong meluas ke Desa Maleali. Oknum polisi diduga jadi tameng operasional ekskavator.

Dampak buruk dari pengerukan emas ilegal ini mulai mengancam ruang hidup warga desa.

Bentang alam berubah drastis dan memicu erosi parah pada bagian hulu sungai.

Ancaman banjir bandang mengintai pemukiman saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Sausu.

Penggunaan bahan kimia berbahaya jenis merkuri secara sembunyi-sembunyi juga mengancam kualitas air bersih masyarakat.

Kondisi lapangan ini berbanding terbalik dengan komitmen penegakan hukum yang kerap digaungkan aparat.

Polres Parigi Moutong gencar menyita alat berat pada wilayah lain seperti Kasimbar dan Tombi.

Namun wilayah Maleali terkesan mendapat perlakuan khusus karena adanya pengaruh kekuatan dari dalam.

Masyarakat sipil kini mendesak Kapolda Sulawesi Tengah untuk segera mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu.

Institusi kepolisian bisa kehilangan kepercayaan publik jika pembiaran pelanggaran kode etik ini terus berlanjut.

Upaya konfirmasi telah dikirimkan kepada Kabidpropam Polda Sulteng Kombes Pol Roy Satya Putra melalui pesan singkat.

Pesan elektronik sudah terkirim dengan tanda centang dua namun belum mendapatkan jawaban resmi.

Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmy Kwarta juga belum merespons pertanyaan yang dikirimkan lewat aplikasi pesan.

Sementara itu EJ selaku oknum yang diduga menjadi dalang operasional tambang tidak dapat dihubungi.

Kepala Desa Maleali yang berusaha dikonfirmasi via telepon seluler juga belum memberikan tanggapan.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini