• Kamis, 4 Juni 2026

Hampir Dipersekusi Massa! Polisi Gagalkan Amukan Brutal di Pesta Pernikahan Mamuju

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:51 WIB
Polisi Mamuju menggagalkan amukan massa di pesta pernikahan, mengamankan pria mabuk bersenjata sebelum tragedi terjadi. #KrisisTerkendali #PolisiSigap #Mamuju #KeamananPublik #PulauKarampuang (Nur Rafiqa)
Polisi Mamuju menggagalkan amukan massa di pesta pernikahan, mengamankan pria mabuk bersenjata sebelum tragedi terjadi. #KrisisTerkendali #PolisiSigap #Mamuju #KeamananPublik #PulauKarampuang (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Kehadiran polisi di waktu yang tepat berhasil mencegah tragedi di Pulau Karampuang, Kecamatan Mamuju, Sabtu (12/10). Seorang pria bernama Aripuddin (35), yang diduga dalam kondisi mabuk berat, datang ke pesta pernikahan tanpa baju sambil mengacungkan badik dan parang.

Dia bahkan mengancam tamu dengan kata-kata tajam: "Kalau masih ada acara, besok ada yang mati." Kejadian ini hampir memicu amukan massa sebelum aparat kepolisian sigap mengendalikan situasi.

Baca Juga: Polda Malut Janji Transparansi! Penyebab Ledakan Speedboat Cagub Benny Laos Mulai Terungkap

Menurut Kapolsek Mamuju, AKP Moh Fauzi Haryadi, Aripuddin sempat membuat keributan di tengah pesta, memancing kemarahan warga yang berada di lokasi.

“Ini bukan kali pertama dia bikin onar saat mabuk,” ungkap Fauzi, menegaskan bahwa perilaku Aripuddin kerap memicu ketegangan di lingkungan sekitar. Polisi yang tiba dengan cepat di tempat kejadian langsung mengamankan pria tersebut dan menyita senjata tajam yang dibawanya.

Baca Juga: Tragis! Rokok di Atas Speedboat Penyebab Ledakan Maut Kampanye Cagub Malut Beny Laos

Situasi seperti ini sering kali bisa berakhir buruk jika tak ditangani dengan profesionalisme. Pengalaman menunjukkan, amarah massa bisa meluap tanpa kendali ketika ada seseorang yang dianggap membahayakan.

“Untungnya, polisi berhasil menenangkan keadaan sebelum kekerasan massal benar-benar terjadi,” lanjut Fauzi. Berkat langkah cepat ini, tidak ada korban luka, dan potensi tragedi pun berhasil dihindari.

Baca Juga: Gemilang di Panggung Nasional, Kemenkumham Sulteng Diganjar Penghargaan Tertinggi BI atas Dukungan UMKM

Saat ini, Aripuddin diamankan di Polresta Mamuju bersama barang bukti berupa badik dan parang. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut apakah ada motif lain di balik aksi nekatnya. Penanganan kasus ini menggarisbawahi pentingnya respons cepat aparat dalam menghadapi situasi darurat yang berpotensi fatal, terutama ketika emosi massa mulai memuncak.

Bagi warga yang tinggal di sekitar Pulau Karampuang, insiden ini bukanlah cerita baru. Mereka telah beberapa kali berhadapan dengan ulah serupa dari Aripuddin, yang diduga sering bertindak di luar kendali saat mabuk. Namun kali ini, kesigapan aparat berhasil menghindari kemungkinan persekusi atau main hakim sendiri.

Baca Juga: Krisis Makanan! Pendaki di Pos 6 Gunung Gandang Dewata Bertahan Hanya dengan 3 Bungkus Mie Instan

Profesionalisme kepolisian di Mamuju menjadi contoh penting tentang bagaimana ketenangan dan tindakan terukur bisa mencegah kekerasan.

"Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memastikan situasi tetap aman,” tegas Fauzi. Ini menjadi pengingat bahwa peran aparat dalam meredam situasi krisis bukan sekadar soal menangkap pelaku, tetapi juga menjaga keseimbangan agar masyarakat tidak bertindak di luar hukum.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini