• Selasa, 21 Juli 2026

Kasus Skincare Bermerkuri, LBH Makassar Pertanyakan Alasan Polisi Tak Menahan Tersangka

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 18 November 2024 | 15:27 WIB
LBH Makassar kritisi keputusan tak menahan tiga tersangka skincare merkuri. Sorotan transparansi penegakan hukum meningkat. (Nur Rafiqa)
LBH Makassar kritisi keputusan tak menahan tiga tersangka skincare merkuri. Sorotan transparansi penegakan hukum meningkat. (Nur Rafiqa)

Baca Juga: PHK Massal di Indonesia, DPR Desak Kaji PPh 21 Tingkatkan Tekanan pada Kemenkeu Sri Mulyani

Kepercayaan Publik yang Dipertaruhkan

Pentingnya penegakan hukum yang adil bukan hanya soal menjalankan aturan. Ini tentang menjaga kepercayaan publik. LBH Makassar menilai bahwa jika polisi terus mempertahankan kebijakan yang dirasa tidak adil oleh masyarakat, akan semakin sulit untuk memperbaiki reputasi penegak hukum. Pada akhirnya, kasus ini bukan hanya soal tiga tersangka atau produk bermerkuri, tetapi juga tentang bagaimana hukum seharusnya ditegakkan tanpa diskriminasi.

Aparat penegak hukum perlu menyadari bahwa setiap keputusan mereka akan memengaruhi persepsi publik terhadap sistem peradilan. Hal ini terutama penting dalam kasus-kasus yang sudah menyedot perhatian luas. Dengan ancaman pidana yang tinggi dan dampak yang serius terhadap masyarakat, LBH Makassar mendesak agar tidak ada "tebang pilih" dalam proses hukum.

"Publik melihat bahwa tidak ada tebang pilih dalam proses hukum," ungkap Azis, menutup pernyataannya dengan seruan agar polisi mempertimbangkan kembali kebijakan penahanan yang diambil.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini