• Selasa, 21 Juli 2026

Kisruh Gadai Mobil di Polman, Dua Pemuda Terluka Kena Tombak

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 22 November 2024 | 18:37 WIB
Perkelahian akibat konflik gadai mobil di Polman berujung dua pemuda terluka parah kena tombak, menunjukkan pentingnya mediasi dalam penyelesaian sengketa. (Nur Rafiqa)
Perkelahian akibat konflik gadai mobil di Polman berujung dua pemuda terluka parah kena tombak, menunjukkan pentingnya mediasi dalam penyelesaian sengketa. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Perkelahian yang melibatkan dua kelompok pemuda di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, baru-baru ini kembali mengungkap betapa rumitnya masalah gadai mobil yang belum terselesaikan.

Insiden yang terjadi pada Jumat dini hari (22/11/2024) di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, itu meninggalkan dua korban luka akibat sabetan tombak. Masalah yang tampak sederhana—soal mobil yang tidak kembali—berujung pada kekerasan dan ancaman hukum.

Baca Juga: Rumah Tua dengan Aura Angker Bikin Joko Anwar Terpikat: Siap Jadi Set Film Horor Berikutnya?

Menurut keterangan Kapolsek Tinambung, Iptu Haspar, konflik bermula dari perselisihan antara seorang korban, Syarifuddin, yang menggadaikan mobilnya kepada Malkam. Namun, mobil yang digadaikan itu hilang jejaknya, memicu kemarahan dan ketidakpuasan.

"Mobil itu sekarang tidak diketahui keberadaannya, makanya selalu dipersoalkan dan memicu cekcok," ujar Haspar, menegaskan betapa isu ini mengakar pada ketidakjelasan status mobil yang diperdebatkan.

Baca Juga: Federico Dimarco Idola Baru Erick Thohir, Ketum PSSI Ungkap Kenangan di Inter Milan

Saat insiden terjadi, kedua korban—Syarifuddin (39) dan Sarifuddin (31)—mendatangi rumah Malkam dengan tujuan menuntut penjelasan soal mobil tersebut. Sayangnya, pertemuan itu tidak berakhir baik. Perdebatan panas pecah antara mereka dan Ahmad, saudara Malkam.

Keributan kecil yang awalnya hanya berupa adu mulut segera berubah menjadi adu fisik, dan senjata tajam ikut terlibat. "Korban Syarifuddin menolak pulang hingga akhirnya terlibat cekcok dengan Ahmad," jelas Haspar.

Baca Juga: Heboh di Media Sosial Oknum ASN Ngamuk ke Petugas SPBU karena Ditolak Isi Pertalite

Kejadian ini memang telah diantisipasi oleh Malkam, yang sebelumnya menghubungi kerabatnya, termasuk Faizal, untuk berjaga-jaga. Ketika perkelahian meletus, tombak dan badik pun saling beradu.

Ahmad bersama saudara-saudaranya, diduga sudah siap menghadapi kedatangan Syarifuddin dan Sarifuddin, sementara kedua korban hanya datang dengan membawa badik, senjata tradisional yang umum digunakan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Komeng Serius, Semua Tertawa: Gaya Unik Senator Alfiansyah di Sidang DPD Viral

Akibat dari bentrokan itu, Syarifuddin mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Sarifuddin yang terluka di bagian lengan dirawat di rumah keluarganya. Ini mengingatkan kita bahwa masalah kecil yang tidak terselesaikan dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi yang lebih besar.

Dalam hal ini, sepotong properti yang diperdebatkan telah menyebabkan kerusakan yang tak hanya fisik, tapi juga emosional bagi semua yang terlibat.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini