• Selasa, 21 Juli 2026

Kisah Herni, Amukan Ibu Rumah Tangga di Polresta Mamuju Gegara Motor Ditarik Paksa Leasing

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 14 Januari 2025 | 18:44 WIB
Kisah Herni di Polresta Mamuju buka mata soal aturan leasing. Apa benar motor bisa ditarik dalam 7 hari? Temukan fakta dan solusinya di sini!
Kisah Herni di Polresta Mamuju buka mata soal aturan leasing. Apa benar motor bisa ditarik dalam 7 hari? Temukan fakta dan solusinya di sini!

Sulawesitoday - Pada hari Selasa, 14 Januari 2025, suasana di Polresta Mamuju mendadak tegang. Seorang ibu rumah tangga bernama Herni datang dengan penuh emosi. Ia memaki petugas leasing yang diduga menarik paksa motor miliknya hanya dalam waktu enam hari setelah menunggak pembayaran.

"Enam hari! Mana aturannya motor bisa ditarik hanya dalam enam hari?" Herni berteriak lantang, menunjuk-nunjuk petugas leasing yang berdiri di depannya.

Situasi semakin memanas ketika Herni meminta bukti penarikan kendaraannya. Ia membawa berkas dan terus meluapkan amarahnya bahkan setelah masuk ke ruang penyidik. Polisi di tempat berusaha keras menenangkan Herni agar mediasi dapat berlangsung dengan damai.

Proses Penarikan Kendaraan Dipertanyakan

Herni menegaskan bahwa ia tidak pernah mendengar aturan yang membolehkan penarikan kendaraan dalam waktu kurang dari tujuh hari. Biasanya, kata Herni, proses tersebut berlangsung selama tiga bulan. Ia juga menyoroti bahwa petugas leasing yang datang tidak membawa surat dari pengadilan, suatu hal yang ia anggap melanggar prosedur.

Lebih mengejutkan lagi, Herni mengaku bahwa setelah motornya ditarik, pihak leasing langsung melelang kendaraan tersebut. "Bagaimana mungkin? Bukankah ada aturan jelas soal tenggang waktu?" ujar Herni kepada wartawan.

Baca Juga: Minibus Meledak Saat Isi BBM di Wajo, Ledakan Minibus Sebabkan Kerugian Miliaran

Mediasi: Solusi Terbaik untuk Kedua Pihak

Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, menjelaskan bahwa kasus ini sedang dalam tahap mediasi. Tujuannya adalah memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. "Upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah mediasi. Kami ingin kedua belah pihak mendapatkan keadilan," kata Ipda Herman.

Mediasi seperti ini penting, terutama dalam kasus yang melibatkan konflik antara konsumen dan perusahaan leasing. Proses hukum memang memerlukan kejelasan aturan, tetapi seringkali penyelesaian melalui diskusi damai menjadi solusi terbaik.

Apa Pelajaran dari Kasus Ini?

Kasus Herni menyoroti pentingnya transparansi dalam proses penarikan kendaraan. Konsumen perlu diberi pemahaman yang jelas mengenai hak dan kewajiban mereka. Di sisi lain, perusahaan leasing juga harus memastikan bahwa prosedur yang mereka lakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jika Anda menghadapi situasi serupa, pastikan untuk memeriksa kontrak Anda dengan cermat. Jangan ragu untuk menanyakan prosedur kepada pihak leasing jika merasa ada yang tidak sesuai. Ingat, komunikasi adalah kunci untuk menghindari konflik seperti ini.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini