Sulawesitoday - Salmon (42), seorang warga Desa Marente, Luwu Utara, akhirnya ditemukan selamat setelah menghilang selama 10 hari di hutan belantara. Hilangnya Salmon memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan warga, Basarnas, dan BPBD. Kisah ini bukan hanya soal pencarian, tapi juga menyimpan elemen mistis yang memicu rasa penasaran.
Salmon awalnya pergi ke hutan pada Kamis (2/1) sore untuk mengambil rotan. Bahan ini rencananya akan digunakan untuk mengikat pondok kebunnya. Namun, hingga malam hari, ia tak kunjung kembali ke rumah.
"Kami sempat menunggu sampai jam 6 sore, tapi dia tidak datang. Akhirnya kami utus warga untuk mencarinya ke batas hutan," ujar Kepala Desa Marente, Hasier.
Setelah pencarian awal gagal, Hasier memutuskan untuk melibatkan lebih banyak warga. Bahkan, hingga 100 orang turut mencari. Mereka menyusuri hutan sejauh 12 kilometer, menemukan jejak Salmon dan rotan yang telah ia kumpulkan. Namun, keberadaan Salmon tetap tak terungkap.
"Kami menemukan jejak yang mengarah lebih dalam ke hutan, sekitar 4 kilometer dari lokasi rotan itu diambil," ungkap Hasier. Hingga beberapa hari, upaya warga belum membuahkan hasil, hingga akhirnya bantuan Basarnas datang pada Kamis (9/1).
Pencarian pun dilakukan secara sistematis. Tim dibagi menjadi dua kelompok dan menggunakan alat komunikasi HT untuk koordinasi. Pada Sabtu pagi, mereka menyusuri Sungai Kupang dan menemukan tanda-tanda Salmon masih hidup.
Baca Juga: Desa Sadar Hukum Sulteng: Langkah Nyata Kemenkum dan BI untuk Masyarakat yang Lebih Mandiri
“Kami melihat tempat istirahat baru. Malam itu, akhirnya korban ditemukan di cabang kecil Sungai Kupang,” jelas Hasier.
Saat ditemukan, Salmon dalam kondisi lemah dengan luka-luka di kakinya. Menurut pengakuannya, ia hanya bertahan hidup dengan meminum air sungai dan makan kepiting mentah. Yang mengejutkan, Salmon mengaku dibawa oleh dua sosok perempuan misterius ke dalam hutan.
"Dia bilang, kedua perempuan itu selalu berjarak dua meter darinya. Kalau parangnya dipegang, mereka mendekat, tapi kalau dicabut, mereka menjauh," tambah Hasier.
Kisah ini memadukan unsur realita dan mistis, membuat banyak pihak tertegun. Pencarian Salmon mengajarkan pentingnya koordinasi masyarakat, lembaga, dan teknologi dalam menghadapi situasi darurat. Namun, kisah mistis di baliknya menjadi catatan menarik bagi budaya lokal.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Drama Series Sentuhan Thriller Rahasia Gelap di Frekuensi Terlarang: Jurnalis Cantik Menelusuri Jejak Pembunuhan Berantai
Transformasi Besar, Kemenkum Sulteng Bersiap Alih Fungsi BMN Idle untuk Kantor Baru
Reshuffle Awal Tahun! Kanwil Kemenkum Sulteng Resmi Lantik 9 Pejabat, Ini Harapan Besarnya
Misteri Kematian WNA Belgia di Perairan Tojo Una Una, Apa yang Terjadi?
Desa Sadar Hukum Sulteng: Langkah Nyata Kemenkum dan BI untuk Masyarakat yang Lebih Mandiri