• Senin, 20 Juli 2026

Jerit Bocah 10 Tahun: Kekerasan Keluarga di Nias Selatan Viral di Medsos

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 29 Januari 2025 | 06:19 WIB
Bocah 10 tahun di Nias Selatan diduga disiksa keluarganya hingga alami cedera parah. Kasus ini viral dan polisi bergerak cepat ungkap pelaku.
Bocah 10 tahun di Nias Selatan diduga disiksa keluarganya hingga alami cedera parah. Kasus ini viral dan polisi bergerak cepat ungkap pelaku.

Sulawesitoday - Tangis seorang bocah perempuan berusia 10 tahun dari Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, Sumatra Utara, menggema hingga media sosial. Tubuh kecilnya menjadi saksi bisu kekerasan yang diduga dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Kasus ini langsung menjadi perhatian pihak kepolisian.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, menyatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengusut tuntas kasus ini. “Kami langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan. Langkah penangkapan juga telah diambil,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).

Saat ini, sang bocah tengah menjalani perawatan intensif di UPTD Dinas Sosial setempat. Ia ditemukan dalam kondisi kaki yang tidak normal akibat penyiksaan.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial pada Minggu (26/1/2025). Pemilik akun Lider Giawa pertama kali menyebarkan video tersebut di Facebook, memperlihatkan kondisi korban yang memprihatinkan.

Baca Juga: Sindikat Penipuan Bermodus Kencan Dibongkar, 20 Orang Ditangkap

Lider menyebutkan bahwa dugaan pelaku adalah paman, tante, kakek, dan nenek korban. Mereka diduga menginjak-injak kaki bocah tersebut hingga menyebabkan cedera parah, sambil menyumpal mulutnya dengan kain agar ia tidak berteriak.

“Kami sudah mendengar laporan ini sebelumnya. Saat itu, korban hanya mengalami patah tulang di satu bagian. Namun, penyiksaan ini terus berlanjut,” ungkap salah satu sumber.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di Indonesia. Kepolisian kini berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan para pelaku menerima hukuman setimpal. “Anak-anak adalah masa depan kita. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Ferry.

Tulislah Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini