Sulawesitoday - Kebakaran dahsyat melanda Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat pada 3 Februari 2025. Kejadian itu mendatangkan duka mendalam bagi korban kebakaran rumah yang kehilangan harta berharga.
Di tengah kebingungan dan kepanikan, terekam aksi yang cukup mengejutkan. Suami istri, Haris L dan Nurhaeni, terlihat mendekati lokasi dengan cara yang tak lazim melalui rekaman live streaming warga.
Kamera yang mengudara di media sosial menangkap momen unik itu. Mereka tampak berbaur di antara debu dan asap, seolah-olah membantu namun gerak-gerik mereka justru mencurigakan.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, ada dugaan kuat bahwa pasangan ini menyalahgunakan situasi musibah. "Kami menemukan beberapa barang berharga milik korban hilang," kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, ditemani Iptu Muhapris dari Kasihumas.
Tak hanya itu, rekaman tersebut mengungkapkan detail mencengangkan. Barang-barang seperti kantong plastik berwarna ungu yang berisi uang tunai Rp10 juta, BPKB mobil dan motor, serta emas seberat 20 gram hilang begitu saja.
Mungkinkah mereka benar-benar berniat membantu? Istri pelaku, Nurhaeni, mengaku semula bahwa mereka hendak membantu korban mengeluarkan barang berharga dari rumah yang terbakar. Namun, kenyataannya berubah ketika suami memutuskan untuk pergi sambil membawa kantong tersebut.
Pengakuan ini seakan mengaburkan batas antara bantuan dan pencurian. Sungguh ironis, niat baik yang diungkap berubah jadi aksi kejahatan yang dirancang dengan cermat. Bukankah sering kali musibah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab?
Setelah rekaman tersebar dan saksi diidentifikasi, tindakan tegas langsung diambil oleh petugas. Pasangan itu kemudian diamankan dan dibawa ke Mako Polres Polewali Mandar untuk proses lebih lanjut.
Kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terus berlanjut dengan mengumpulkan bukti digital dan keterangan saksi. Mereka mengimbau masyarakat agar lebih waspada terutama saat terjadi musibah.
Kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Hanya dengan kewaspadaan dan solidaritas, kita bisa menjaga keamanan di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Revisi Kebijakan Gas LPG 3 Kg: Pengecer Diinstruksikan Berjualan Sambil Menjadi Subpenyalur
Ayo selalu kritis dan hati-hati, sebab di balik bantuan yang tampak tulus bisa jadi terselubung niat tersembunyi. Pertanyaannya, apakah kita cukup sigap mengenali tanda-tanda penyalahgunaan situasi?
Kasat Reskrim Polres Polman menutup pernyataan dengan imbauan agar masyarakat tidak lengah. Dengan kewaspadaan dan kerja sama, kita dapat mengurangi risiko kejahatan yang memanfaatkan musibah.
Terus ikuti informasi terkini dan jangan sampai terjebak oleh modus kejahatan yang cerdik. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwenang.
Artikel Terkait
Seruan Tegas DPRD dan Warga Taopa untuk Tutup Tambang di Hulu Sungai
Insiden Mencekam di Yahukimo: Polisi Ditembak, Aipda Syam Balas Tembak KKB Papua
Sopir Travel Gorontalo Jadi Korban Penikaman, Pelaku Ditangkap
Polemik Pembabatan Hutan Mangrove Maros: Hak Milik dan Proyek Jalanan Jadi Sorotan Utama
Revisi Kebijakan Gas LPG 3 Kg: Pengecer Diinstruksikan Berjualan Sambil Menjadi Subpenyalur