* Nama Tender: Jasa Pengawasan Rehap Ruang Rawat Inap Standar KRIS
* Satuan Kerja: RSUD BULUYE NAPOA''E MOUTONG
* Pagu: Rp. 179.064.730,00
* HPS: Rp. 178.967.000,00
* Penawaran: Rp. 177.935.775
*Buangan: -0,58 persen
* Nama Tender: Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan Gedung-gedung rumah sakit
* Satuan Kerja: BLUD-RSUD ANUNTALOKO
* Pagu: Rp. 168.040.000,00
* HPS: Rp. 168.000.000,00
* Penawaran: Rp. 166.178.100
* Buangan: -1,08 persen
* Nama Tender: Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Gedung Puskesmas Sausu
* Satuan Kerja: DINAS KESEHATAN
* Pagu: Rp. 171.990.000,00
* HPS: Rp. 171.989.976,75
* Penawaran: Rp. 171.051.000
* Buangan: -0.55 persen
* Nama Tender: Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Gedung Puskesmas Lompentodea
* Satuan Kerja: DINAS KESEHATAN
* Pagu: Rp. 171.990.000,00
* HPS: Rp. 171.989.976,75
* Penawaran: Rp. 171.023.250
* Buangan: -0.56 persen
* Nama Tender: Jasa Konsultansi Perencanaan Rehabilitasi gedung-gedung rumah sakit
* Satuan Kerja: BLUD-RSUD ANUNTALOKO
* Pagu: Rp. 224.132.000,00
* HPS: Rp. 224.000.000,00
* Penawaran: Rp. 222.821.400
* Buangan: -0,53 persen
* Nama Tender: Perencanaan Pembangunan Gedung Kantor Diskominfo, Data Center dan Fasilitas Lainnya
* Satuan Kerja: DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERTANAHAN
* Pagu: Rp. 500.000.000,00
* HPS: Rp. 500.000.000,00
* Penawaran: Rp. 499.215.007
* Buangan: -0.16 persen
* Nama Tender: Jasa Konsultan Pengawas Kegiatan Kontraktual (DAK TEMATIK)
* Satuan Kerja: DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERTANAHAN
* Pagu: Rp. 182.470.000,00
* HPS: Rp. 182.470.000,00
* Penawaran: Rp. 175.158.000
* Buangan: -4.01 persen
* Nama Tender: Jasa Konsultan Pengawas Kegiatan Kontraktual (DAK NON TEMATIK)
* Satuan Kerja: DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERTANAHAN
* Pagu: Rp. 455.852.000,00
* HPS: Rp. 455.852.000,00
* Penawaran: Rp. 453.512.700
* Buangan: -0.51 persen
Perlu dicatat, ada pula beberapa paket jasa konsultan dengan penawaran di atas dua persen, yang setidaknya mengindikasikan tender berjalan lebih normal dibanding paket-paket lainnya.
Wajar bila kemudian muncul kekhawatiran, sejumlah pekerjaan di Parigi Moutong terkesan mengalami kegagalan perencanaan dan pengawasan.
Jika paket jasa konsultan yang seharusnya menjadi mata dan telinga proyek saja sudah diduga tidak luput dari permainan curang dalam tender, bagaimana nasib pembangunan di daerah ini? Publik menanti jawaban dan transparansi yang jelas.