Sulawesitoday - Apakah Moge Rp 448 Juta Milik Bupati Buol Ini Hanya Angin Lalu di Laporan Kekayaan Pejabat? Ya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sebuah motor gede (moge) Harley Davidson milik Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, yang ternyata tak berbekas dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Sebuah pertanyaan besar mengemuka: mengapa aset berharga ini luput dari pandangan publik dan catatan resmi?
Jakarta – Kilau Harley Davidson Sportster Iron 883 berwarna merah marun dengan aksen hitam itu kini meredup di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur. Motor gahar ini ditarik paksa dari kediaman Risharyudi Triwibowo di Jakarta pada Senin (21/7/2025). Sebuah tindakan tegas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membidik ketersangkutannya dengan kasus dugaan pemerasan dan/atau penerimaan gratifikasi di Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Bukan rahasia lagi, sebelum menempati kursi Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo pernah memegang jabatan strategis sebagai Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. "KPK menyita satu unit kendaraan roda dua terkait perkara Kemnaker. Penyitaan dilakukan dari Sdr. RYT (mantan Stafsus Menteri)," demikian terang Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/7) malam.
Motor yang disita ini bukanlah barang sembarangan. Harley Davidson Sportster Iron 883, di pasaran Indonesia, bisa mencapai harga fantastis: Rp448 juta. Angka itu setara dengan harga sebuah mobil keluarga populer seperti Toyota Innova. Bahkan, lantaran beban Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), harganya bisa melonjak lebih dari Rp200 juta di Bumi Pertiwi.
Namun, di balik harga yang memukau itu, ada fakta yang lebih mencengangkan: Harley Davidson Risharyudi Triwibowo ini tak tercatat sehelai pun dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Tim media, yang sempat menyisir laman elhkpn.kpk.go.id, menemukan kejanggalan ini. Dalam laporan tertanggal 2 September 2024, sang moge tidak masuk dalam daftar harta yang dilaporkan.
Padahal, LHKPN Risharyudi Triwibowo secara rinci mencatat harta kekayaan lainnya. Tercatat tanah dan bangunan senilai Rp4.287.181.785, termasuk properti di Kota Bekasi. Pun begitu dengan alat transportasi dan mesin senilai Rp667.500.000, seperti Toyota Avanza, Honda Civic, Yamaha Mio, bahkan Kawasaki Ninja 250. Ada pula harta bergerak lainnya senilai Rp1.814.800.000, kas dan setara kas Rp1.061.782.675, serta hutang Rp980.000.000. Total kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp6.851.264.460. Namun, entah mengapa, Harley itu raib dari daftar.
Sebelumnya, Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, telah membuka suara. Ia mengaku secara sukarela mengembalikan moge tersebut setelah tabir asal-usul dananya tersingkap. Menurutnya, pemanggilan oleh KPK hanya untuk dimintai keterangan, klarifikasi, dan berita acara pemeriksaan (BAP).
"Saat itu saya menambahkan (tanpa ditanya oleh penyidik alias sukarela): pernah menerima sesuatu tanpa meminta, dan sesuatu itu saya belikan motor," ungkap Risharyudi, membenarkan kisah di balik kepemilikan motor tersebut. Bowo, sapaan akrabnya, menegaskan keputusannya mengembalikan motor itu setelah ia tahu sumber dananya berasal dari kegiatan yang tidak benar. "Motor itu sekarang mau saya kembalikan setelah tahu sumbernya dari kegiatan tidak benar karena sejak tahu tentang itu, perasaan hati saya tidak enak," katanya. "Setelah dikembalikan, alhamdulillah perasaan saya nyaman," imbuhnya, seolah beban berat terangkat dari pundaknya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Risharyudi Triwibowo masih belum merespon pertanyaan terkait misteri hilangnya Moge Harley Davidson miliknya dari laman LHKPN.
Artikel Terkait
Residivis Curanmor di Palu Akui 43 TKP Motor dan 21 Pembongkaran Rumah, Jejaknya Sampai Poso
Gempa Bumi M6,4 Guncang Pohuwato, Gorontalo: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Mahfud MD Soroti Vonis Tom Lembong: Tanpa Mens Rea, Putusan Keliru!
Drama 7 Bulan Berakhir, Penipu Tukar Tambah Mobil Ditangkap! Polisi Bongkar Persembunyian
Kasus Investasi Bodong OMC Resmi Naik ke Tahap Penyidikan, 15 Leader Diperiksa