Rapat juga membahas reformasi birokrasi dan nasib honorer, yang menurut Rifqi masih jadi pekerjaan rumah.
Forum semacam ini, ia janjikan, akan berlangsung berkala agar kebijakan pusat benar-benar mencerminkan kebutuhan daerah.
Bagi Anwar Hafid, momentum ini membuka pintu perjuangan hak daerah di level tertinggi.
“Komisi II itu strategis. Pintu kami di situ—mungkin sudah saatnya dibongkar lagi,” tutupnya, menegaskan harapan agar desentralisasi fiskal tak sekadar retorika, melainkan nyata dirasakan oleh masyarakat penghasil.
Artikel Terkait
Antusias Warga Taopa Parigi Moutong, Hibah Lahan untuk Puskesmas Rawat Inap
Kantor LPM Talise Disegel, Warga Talise Murka Usai Lahan Garapan Dilego Diam-Diam
ASN di Tojo Una Una Ditangkap Tim Resmob Usai Dilaporkan Lakukan Tindakan Asusila kepada Remaja di Rumah Dinas
Dugaan Rem Blong: Truk Kiriman Paket Nyungsep ke Jurang Kebun Kopi Trans Palu–Parigi
MK Batasi Penerapan Pencemaran Nama Baik di UU ITE: Hanya Individu yang Bisa Digugat, Pemerintah Aman dari Jeratan