Tak hanya itu, wilayah barat Sulteng juga ditawarkan sebagai prioritas investasi baru mengingat potensi sumber daya alam dan akses infrastruktur yang semakin membaik.
-
Respons Positif dan Rencana Lanjutan
Menanggapi tawaran menggiurkan tersebut, pihak konsorsium menyambut dengan antusias. Mereka menyatakan kesiapan menggelar pertemuan lanjutan antara Gubernur Anwar Hafid dan pimpinan perusahaan-perusahaan Tiongkok di Jakarta dalam waktu dekat.
Sebagai bukti keseriusan, konsorsium juga menyerahkan dokumen company profile yang mencakup sektor energi hijau, farmasi, pertanian, mebel, dan lainnya.
Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan bersejarah ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M, bersama sejumlah pejabat teknis lingkup Pemprov Sulteng.
Pertemuan ini menandai babak baru geliat investasi asing di Sulawesi Tengah. Provinsi yang kini bersiap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia ini tampaknya semakin percaya diri menarik investor internasional untuk ikut membangun masa depan yang lebih cerah.
Artikel Terkait
Daftar Lengkap Rumah Rusak dan Kebutuhan Pengungsi Gempa Poso, Ratusan Rusak - Ribuan Jiwa Mengungsi!
Bupati Parigi Moutong Sebut Digitalisasi Jadi Kunci Peningkatan PAD, Target Terlampaui Tapi Ada PR Pajak Walet
KPK Ungkap Potensi TPPU Moge Bupati Buol Eks Stafsus Menaker
Anggaran Fantastis Rp412 Miliar Mengalir ke Sulteng untuk Program Cetak Sawah 10180 Hektar Tahun 2025
Gempa Tektonik 6,0 Magnitudo Landa Pantai Utara Sorong, Dua Gempa Susulan Tercatat